"Pada suatu pagi, Saya merasa bahwa masa depan saya tidak ada, selalu diledek di sekolah, selalu berkeringat dingin. Pada suatu pagi, ketika saya akan minum obat serangg.
Tapi pada saat saya mau minum, tiba-tiba di persimpangan depan rumah banyak tukang becak lagi ketawa-ketawa main gaple, disitu saya sadar tukang becak aja bisa ketawa, aku sarjana hukum kenapa enggak," sambungnya.
Dari situ Hotman mengurungkan niatnya untuk bunuh diri dan membulatkan tekad untuk bangkit.
Akhirnya ia memutuskan keluar dari Bank Indonesia dan memulai kembali karirnya sebagai pengacara dari nol.