SuaraGarut.id - Surat pernyataan resmi FIFA tentang pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 dapat diakses secara mudah.
Surat tersebut sangat menentukan tentang bagaimana pelaksanaan Piala Dunia terlaksana di Indonesia.
Sebelum adanya keputusan resmi, spekulasi liar tentang alasan FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah.
Isu paling kencang adalah tentang penolakan Israel sebagai peserta yang memang resmi lolos kualifikasi.
Sejumlah nama menjadi kambing hitam atas pembatalan gelaran Piala Dunia U-20.
Mulai dari Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang memang menolak Israel atas dasar amanah Bung Karno atau sejurus dengan keputusan PDIP.
Kemudian sejumlah tokoh lain dan partai politik juga ikut menolak. Desakan kencang agar Presiden Joko Widodo alias Jokowi melobi FIFA pun kencang.
Jokowi lantas mengutus Ketum PSSI, Erick Thohir untuk menemui FIFA sebagai langkan diplomasi tentang yang terjadi dengan penolakan Israel.
Namun, FIFA tetap pada pendiriannya, yakni membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah.
Baca Juga: Pemain Muda Asal Garut Daffa, Khawatir Sanksi FIFA Hancurkan Masa Depannya di Sepakbola
Keputusan FIFA tersebut jelas tertulis dalam surat elektronik resmi yang kini jadi pembahasan.
FIFA justru membatalkan Piala Dunia bukan soal Israel, melainkan tragedi Oktober 2022.
Berikut adalah bunyi pernyataan lengkap FIFA FIFA terkait pembatalan posisi Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan FIFA World Cup U-20, pada Rabu (29/3/2023) malam WIB, berikut ini!
"Menyusul pertemuan antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan Ketua Umum Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) Erick Thohir pada hari ini, FIFA telah memutuskan untuk membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah FIFA World Cup U-20 akibat situasi yang sedang terjadi,” tulis mereka dalam email resminya.
Tuan rumah baru akan diumumkan sesegera mungkin, dengan tanggal pertandingan yang sejauh ini masih belum berubah. Sanksi potensial terhadap PSSI juga kemungkinan akan diputuskan setelah ini.
FIFA ingin menggarisbawahi bahwa terlepas dari keputusan tersebut, (kami) tetap berkomitmen untuk aktif membantu PSSI, bekerja sama erat dan (menerima) dukungan Presiden Widodo, dalam proses transformasi sepakbola Indonesia pasca tragedi yang terjadi pada Oktober 2022.