SUARA GARUT - Beredar berita yang menyebutkan Pemerintah Filipina mengeluarkan surat penangkapan terhadap trilyuner asal Amerika Serikat Bill Gates.
Surat penangakapan terhadap Bill Gates, katanya, dikeluarkan Pengadilan Filipina atas tuduhan pembunuhan.
Berita Filipina mengeluarkan surat penangkapan terhadap Bill Gates diunggah News Punch pada 2 Maret 2023 lalu.
Dalam berita itu, Bill Gates disebut bertanggungjawab atas kematian ratusan ribu orang akibat program vaksinasi.
Ditambahkan, Pengadilan Tindak Pidana Berat Filipina, kata News Punch, juga telah mengeluarkan surat perintah penahanan Bill Gates. Kemudian Pemerintah Filipina disebutkan telah melarang pendiri microsoft itu memasuki negara tersebut.
Cek fakta, benarkah Pemerintah Filipina telah mengeluarkan surat penangkapan teradap Bill Gates?
Kantor Berita Antara juga ikut menyoroti beredarnya berita ini dan menurunkan bahasannya pada Jumat (14/4/2023).
Mengutip Antara, Juru bicara Mahkamah Agung Filipina Brian Hosaka menjelaskan, Filipina tidak punya "Pengadilan Tindak Pidana Berat", sebagaimana disebutkan di dalam artikel News Punch.
"Tidak ada pengadilan yang bernama 'Pengadilan Tindak Pidana Berat" di Filipina," kata Brian Hosaka, dikutip dari Antara.
Baca Juga: Jokowi Bakal Ikut Tentukan Capres dari PDI-P, Dukungan Prabowo Subianto Apa Kabar?
Menurut Brian Hosaka, Filipina telah menghapus "Pengadilan Tindak Pidana Berat" pada tanggal 24 Agustus 2004.
Penghapusan dilakukan karena jumlah kasus yang rendah.
Selain itu penghapusan juga dilakukan karena khawatir dengan keselamatan hakim oleh mereka yang ingin membalas dendam.
Sementara pada 2004 COVID-19 serta vaksinnya belum ada.
Pemerintah Filipina juga menyatakan, Bill Gates tidak dilarang memasuki negara itu. Hal itu diungkapkan Biro Imigrasi Filipina.
Kesimpulannya, berita soal penangkapan Bill Gates yang ada di artikel News Punch tidak benar alias hoaks. (*)