garut

Bayi Gizi Buruk di Selaawi, Begini Kronologi dari Lahir Hingga Sekarang Dirawat Intensif di RSUD dr Slamet Garut

Suara Garut Suara.Com
Kamis, 27 April 2023 | 16:16 WIB
Bayi Gizi Buruk di Selaawi, Begini Kronologi dari Lahir Hingga Sekarang Dirawat Intensif di RSUD dr Slamet Garut
Bayi gizi buruk masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Slamet Garut, Kamis (27/4/2023).

SUARA GARUT - Bayi usia 3 bulan bernama Ahmad jalaludin warga Kampung Pasir Desa samida, Kecamatan Selaawi Garut yang di vonis mengalami gizi buruk kini masih mendapatkan perawatan di RSUD dr. Slamet.

Kronologi bayi gizi buruk ini diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Selaawi, Lia Maulidyawati, SST., M., Kes menuturkan, Sebelum mendapatkan perawatan di Rumah Sakit, bayi gizi buruk ini terlebih dahulu mendapatkan tindakan dan penanganan medis di Puskesmas Selaawi.

Dari awal kehamilan hingga kelahiran tidak lepas dari kontrol kesehatan baik tingkat Posyandu dengan Bidan desa ataupun langsung di Puskesmas.

Menurut Lia, setelah 10 kali pemeriksaan saat kehamilan, bayi anak dari pasangan Enjang dan Titin itu lahir normal di Poned Puskesmas Selaawi dengan berat badan 3.100 Gram serta tak ada tanda-tanda bayi ini mengalami gizi buruk.

Selama dua minggu, bayi ini diberi ASI, namun terjadi permasalahan karena ASI dari Titin tidak keluar banyak.

Bahkan bisa di bilang sedikit, sehingga diberikanlah susu formula dengan takaran sesuai aturan. Setelah itu, di lakukan pemeriksaan dan berat badannya menjadi 3200 Gram.

Pada pertengahan bulan Februari, Titin membawa anaknya ke Puskesmas dengan keluhan bayinya sering mangalami muntah-muntah sampai 7 kali dalam sehari. 

Hasil pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda kegawatdaruratan, sehingga tidak tidak dilakukan rawat dan diberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) untuk Bayi Baru Lahir (BBL).

Saat melakukan imunisasi BCG, ketahuan jika berat badan bayi tersebut menurun menjadi 2500 Gram.

Baca Juga: 4 Cara Sederhana Mengatasi Rasa Kecewa pada Diri Sendiri

Lalu Bidan menyarankan untuk memeriksakannya ke Dokter dengan indikasi penurunan berat badan.

Bidan desa yang bertugas melakukan konsul dengan petugas gizi serta Kepala Puskesmas mengenai kasus tersebut.

Hasil identifikasi langsung di lapangan, dari mulai faktor penyebab dan sosek orang tua, akhirnya di putuskan agar bayi itu harus di bawa ke PKM untuk mendapatkan perawatan. 

Itu semua berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan yang tak lepas dari koordinasi dengan pihak Kecamatan serta desa setempat, tambah Lia.

Setelah konsul dengan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, akihirnya bayi tersebut di rujuk ke RSUD.

"Sebenarnya waktu itu sudah pulang dengan bobot badan 300 Gram, namun bayi ini alergi susu sapi, sehingga harus di beri susu yang tidak mengandung susu sapi," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI