SUARA GARUT - Kasus yang menimpa guru Sularno, seharusnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan, bukan malah berujung di persidangan pengadilan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Garda Bangsa Dwi Agung Pranata, menyikapi perkara yang menimpa guru honorer Sularno.
Garda Bangsa mendesak Bupati Musi Rawas (Mura), dapat menjadi penengah atas kasus yang dialami guru Sularno.
Sungguh miris nasib yang dialami guru honorer SDN Sungaik itu, kata Dwi Agung Pranata.
Perjuanga guru Sularno hendak mendisiplinkan siswa, malah harus berakhir dibalik jeruji besi sebagai pesakitan.
Dwi Agung Pranata menilai, tidak mungkin guru memberikan hukuman tanpa sebab, terlebih tujuanya untuk mendidik.
Jika setiap ada kejadian guru dilaporkan karena dituduh melakukan kekerasan, rasa hormat kepada guru nyaris hilang, Imbuhnya.
Dwi Agung Pranata khawatir jika dibiarkan kedepan akan menjadi momok yang menakutkan bagi kalangan pendidik dalam mencerdaskan anak bangsa.
Seharusnya kata Dwi, orang tua turut serta dalam mendidik anak-anaknya.
Baca Juga: Perairan Pantai Melayu Batu Besar Batam Tiba-tiba Menghitam, Apa Sebab?
Pasalnya kata dia, perangai anak tidak terlepas dari peran orang tua dalam mendidik dirumah.
Garda Bangsa menyangkan kasus guru Sularno, bisa mencuat hingga ke Pengadilan.
Oleh sebab itu, mau tidak mau, Bupati Mura bisa menjadi penengah dalam permasalahan kasus tersebut.
Bagaimanapun Sularno, adalah guru honorer di Musi Rawas, dengan penghasilan yang rendah bergaji hanya 500 ribu rupiah perbulan.
"Bupati hendaknya bisa menajdi penengah, agar peristiwa itu tidak terus berlanjut menjadi perbincangan publik," kata Dwi Agung Pranata, dikutif garut.suara.com dari beligat.com. (*)