SUARA GARUT - Menikah adalah sebuah cita-cita semua pria dan wanita yang sudah cukup umur. Menikahi seorang gadis adalah dambaan hampir semua. Akan tetapi menikahi seorang janda adalah bisa jadi pilihan.
Pandangan menikahi seorang janda pun memiliki tantangan dan sensasi tersendiri di mata pria. Dari sisi wanita ,menyandang status janda bukanlah sebuah kebetulan.
Karena status janda hanya ada dua hal ditinggal wafat suami atau karena kegagalan rumah tangga.
Berikut ini adalah 5 hal menarik bagi pria yang menjadi alasan menikahi janda.
1. Janda Lebih Berpengalaman
Janda dianggap memiliki pengalaman yang lebih dari seorang gadis.Pengalaman dalam menata hidup rumah tangga sebelumnya menjadi alasan kaum pria menikahi janda.
Ada satu point yang menjadi perhatian khusus pria soal ini adalah seorang janda akan lebih faham bagaimana melayani suaminya baik lahir maupun batin. Cara melayani kebutuhan biologis menjadi alasan tertentu di mata pria,hm.
2. Janda Lebih Dewasa
Pengalaman hidup dan kegagalan yg mungkin pernah dialami membuat sosok janda dianggap lebih dewasa dalam berfikir.Sehingga bisa memahami kondisi yang diterima apabila memulai hidup baru.
3. Janda Lebih Terampil
Jam terbang dalam rumah tangga janda sebelum ditinggal suami terdahulu membuatnya terampil dalam mengurus rumah tangga daripada gadis. Wanita terampil mengurus suami lebih disukai kaum pria.
4.Janda Tampak Lebih Mempesona
Entah kebetulan atau bukan, sosok janda tampak lebih mempesona di mata pria.Hal ini yang banyak menarik kaum pria. Sehingga ungkapan tergoda oleh janda bukanlah hisapan jempol belaka. Point yang menjadi banyaka alasan pria menikahi janda.
5. Janda Bisa Menerima Keadaan
Kegagalan rumah tangga sebelumnya membuat seorang janda menyadari keadaan dirinya. Sehingga cenderung akan menerima pria yang sungguh-sungguh menerima dirinya.
Baca Juga: Setelah Banding Pupus, AG Bakal Ajukan Kasasi Melawan Vonis 3,5 Tahun Penjara
Itulah 5 hal menarik seputar alasan pria tertarik menikahi janda. Fakta atau mitos?Semua dikembalikan kepada pilihan pembaca. (*)