SUARA GARUT - Dalam kurun waktu 32 tahun Timnas Indonesia puasa medali emas di cabang olahraga Sepakbola SEA Games.
Terakhir Timnas Indonesia meraih medali Emas saat menumbangkan Thailand lewat adu penalti.
Saat itu, di SEA Games Filipina 1991 punggawa garuda ditangani pelatih asal Rusia Anatoly Fyodorich Polosin.
Kala itu, Polosin memadukan pemain muda dan senior lalu menjelma menjadi sebuah tim raksasa di Asia tenggara selama SEA Games Manila 1991.
Dimotori pemain muda saat itu, Widodo Cahyono Putra, Rochi Putiray, hingga Peri Sandria dilapis pemain muda.
Seentara di lapis senior diperkuat legenda Persib Bandung Robby Darwis, Hanafing, hingga Eddy Harto.
Saking kerasnya pola pelatihan yang di terapkan juru taktik asal Rusia Anatoly Fyodorich Polosin, membuat beberapa pemain memilih mundur.
Meski lebih mengandalkan permainan fisik ketimbang menerapkan gaya penampilan indah, tim garuda tampil gemilang. Dan merebut Emas.
Tampaknya, tempaan keras Polosin, berdampak positif bagi para pemain kala itu.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil yang Cocok untuk Jalan Berlubang di Indonesia
Kemampuan berlari para pemain bisa menyamai rata-rata pemain Eropa, hingga mampu menyelesaikan 15 menit sepanjang 4 KM.
Sejak tahun 1991, atau selama 32 tahun kiprah di SEA Games Indonesia puasa medali emas.
Selanjutnya, Indonesia di SEA Games Kamboja 2023, di bawah asuhan juru taktik lokal asal Sumatra Barat Indra Sjafri.
Prestasi Indra Sjafri di SEA Games, saat Indonesia nyaris meraih Emas di SEA Gmaes 2019.
Masyarakat Indonesia menaruh harapan besar sekaligus ajang pembuktian pelatih berdarah Minang kabau Indra Sjafri.
Dia berharap mampu mengahiri puasa 32 tahun tanpa medali emas di perhelatan SEA Games.