SUARA GARUT - Tiga Pesilat a Garut, Jawa Barat meraih medali emas di Sea Games Kamboja pada regu putra artistik.
Tim yang diisi oleh Anggi Faisal Mubarok, Asep Yuldan Sani, dan Rano Slamet Nugraha itu ikut mendapatkan emas setelah menumbangkan Thailand.
Meski begitu, sampai saat ini belum muncul atlet silat Garut dari kategori tanding (tarung).
"Bicara pembibitan atlet silat di Garut, karena memang Garut kaya akan atlet-atlet silat. Tapi ada satu catatan yang menggelitik, Garut teh masyarakatnya jago silat, sampai di tingkat Asian Games kemarin, tapi untuk kategori tanding (tarung) nya belum muncul, tidak ada, " ungkap Ketua Bidang Prestasi KONI Garut, H. Eutik Karyanya, pada jumpa pers di kantor KONI Garut, Senin (08/05/2023).
Karenanya lanjut Eutik, pihak KONI mendorong agar di bidang tanding, atau tarungnya dikembangkan tanpa menghilangkan yang seninya.
"Insya Alloh nanti di Porprov 2026 diharapkan akan muncul atlet Garut di kelas tandingnya," katanya.
Timbul pertanyaan dari insan pers, kenapa atlet Garut tidak ada yang berprestasi di kelas tarung? Apakah tidak ada keberanian dari atletnya, padahal Garut ini terkenal dengan jawara silatnya.
Dalam hal ini Eutik hanya bisa mengira ngira faktor penyebab tidak adanya pesilat Garut yang berprestasi di kelas tandingnya itu.
" Justru itu kita sering ngobrol dengan pengurus itu, apa faktor penyebabnya, Mungkin saja faktor kekhawatiran orang tua lebih besar jika anaknya harus ikut di kelas tanding karena takut cedera, kalau di seni atau artistik itu cedera relatif kecil," katanya.
Baca Juga: 27 Adegan Diperagakan dalam Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Ken Admiral, Ini Peran AKBP Achiruddin
Faktor lainnya tambah mantan Sekretaris Dinas Pendidikan itu, akibat kurang membudayakan kelas tanding di event event pencak silat di Garut ini.
Tidak menutup kemungkinan penyebab tidak adanya pesilat Garut yang berprestasi di kelas tarung itu akibat adanya aturan yang membatasi teknik mengalahkan lawan dengan berbagai aturan.
" Misalnya yang dipelajari itu jurus satu kali pukul lawan jatuh, nah dalam event apakah satu pukulan atau tendangan jatuh itu masuk penilaian atau tidak. Yang jelas dalam event itu ada penyeragaman, sedangkan paguron itu biasanya punya jurus atau karakter masing masing, " ujar Sekjen KONI Garut, Subhan.
Dikatakannya, potensi pesilat di kelas tanding itu di Garut cukup banyak, karenanya kata Subhan, ke depan Paguron atau masing masing klub akan didorong untuk menciptakan atlet berprestasi di kelas tanding.
Subhan pun menyebutkan atlet atlet silat asal Kabupaten dan Kota Bandung lebih banyak yang berprestasi di kelas tanding. (*)
Editor: Farhan