SUARA GARUT - Sejak tahun 1978, warga di Desa Mekarsari Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut berprofesi sebagai perajin sangkar burung berbahan bambu.
Tak heran, kini 3 dusun di desa tersebut di juluki sebagai kampung sangkar.
Kepala Desa Mekarsari, Aji Nugraha Mengatakan, sampai saat ini tak kurang dari 1.500 orang warga Desa Mekarsari menjadi perajin sangkar burung.
Aji menambahkan, jumlah tersebut merupakan 30% dari keseluruhan jumlah warga di desanya. Sehingga muncullah sebutan Desa mekarsari sebagai Kampung Sangkar yang melekat hingga sekarang.
Perputaran ekonomi di Kampung Sangkar inipun tak tanggung-tanggung, setiap bulannya bisa mencapai Rp 3 Milyar.
Ketua perkumpulan pengusaha dan perajin bambu Mekarsari Jaya Mandiri (MJM), Dede Hoerudin memaparkan, angka tersebut di dapat dari data keuangan perbankan dan rata-rata omset sejumlah bandar sangkar.
"Di Kampung Sangkar ini kan ada 52 bandar dan 100 orang pengepul, jadi angka perputaran uang bisa kita hitung dengan mengalikan antara jumlah bandar dengan omset perbandar setiap bulannya" kata Dede.
Rata-rata, setiap bandar sangkar burung di Kampung Sangkar bisa menjual 60 set sangkar per bulan dengan harga Rp 60.000.000.
Jadi kalau di kalikan dengan jumlah bandar yang mencapai 52 orang maka omset Kampung Sangkar ini mencapai Rp 3 Milyar lebih, ungkapnya Sabtu (13/5/2023).
Tetapi angka tersebut sesekali bisa berubah sesuai jumlah pesanan. Ada juga beberapa bandar di Kampung Sangkar bisa menjual sebanyak 120 set sangkar setiap bulannya.
Dede berharap, kedepannya Kampung Sangkar bisa lebih maju lagi, sehingga perekonomian warga Kampung Sangkar ini bisa lebih meningkat.(*)
Editor: Farhan