Dodit menerangkan, dalam kesempatan ini pihaknya mendatangkan pemateri dokter hewan yang membahas mengenai cara menangani hewan ternak, _arte mortem post mortem_ dan praktisi penyembelihan hewan ternak mengenai tali temali, asah bilah, perubuhan hewan ternak, dan beberapa materi lainnya.
"Tadinya kita agak sedikit ragu, karena hampir setiap daerah bahkan setiap daerah, setiap DKM mempunyai penyembelih, tetapi ketika kami survei di luar dari kata mohon ya ASUH (atau) Aman, Sehat, Utuh, dan Halal," tuturnya.
Untuk itu, imbuh Dodit, pihaknya mencoba untuk mendampingi para penyembelih melalui stakeholder termasuk Pemkab Garut yang men-_support_ sembelih halal di Kabupaten Garut ini," lanjutnya.
Dalam pelatihan ini bukan hanya diberikan materi terkait pelaksanaan penyembelihan saja, namun juga pasca penyembelihan, penentuan hewan ternak sudah mati atau belum, cara menguliti hewan ternak, dan bagaimana cara memisahkan area hijau (kotoran) dan area merah (daging).(*)