SUARA GARUT - Para pendekar silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Brajamusti, kelompok suporter PSIM Jogja sepakat berdamai.
Sebelumnya kedua massa tersebut sempat bentrok dan terlibat tawuran di sejumlah tempat di Yogyakarta salah satunya di Tamansiswa.
Polda DIY telah memanggil pimpinan kedua kelompok tersebut dan keduanya bersepakat damai.
Diketahui kasus tawuran PSHT dengan Brajamusti terjadi akibat buntuk penganiayaan seorang anggota PSHT di Bantul.
Meski pelaku penganiayaan sudah ditangkap dan dijadikan tersangka, anggota PSHT yang lain nekad menyerang ke Markas Brajamusti hingga terjadi tawuran.
Akibat kerusuhan tersebut sejumlah fasilitas publik dan sejumlah orang mengalami luka-luka namun tidak ada korban jiwa.
Ketua Cabang PSHT Bantul, Tri Jaka Santosa, meminta maaf kepada warga Jogja terutama kepada Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.
Menurutnya, pascainsiden PSHT dan Brajamusti sudah sepakat untuk berdamai.
Dirinya pun menghimbau kepada anggota PSHT dari luar Jogja agar tidak ada yang datang lagi karena urusannya sudah selesai.
Baca Juga: Jumlah Kunjungan Wisman Capai 865,81 Ribu pada April 2023
Ungkapan yang sama disampaikan oleh Pengurus Biro Hukum Brajamusti, Baskara yang mengaku pihaknya telah berdamai dengan PSHT.
"Brajamusti telah menyatakan damai dengan PSHT. Saya mohon maaf atas keributan yang telah terjadi," ujarnya, Senin (5/6/2023).
Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra, mengatakan telah mengambil berbagai langkah perdamaian antara kedua belah pihak.
Polisi telah mengamankan sebanyak 352 orang pembuat keributan di sejumlah titik di Yogyakarta.
"Meski sudah diamankan namun Polisi tidak menetapkan tersangka karena berupaya menjaga kondusivitas," tandasnya.(*)