SUARA GARUT - Ratusan alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun berkeliaran di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sejak angkatan pertama, warga Garut yang menimba ilmu di Ponpest Al Zaytun terus bertambah.
Para alumni Ponpes Al Zaytun diberi dua kode kategori santri yaitu MK dan MD yang memiliki maksud berbeda.
Salah satu alumni Ponpes Al Zaytun, Rizal mengatakan ada ratusan warga Kabupaten Garut yang menjadi santrinya Panji Gumilang.
"Sejak angkatan pertama jumlahnya lumayan banyak mencapai ratusan," kata Rizal kepada wartawan, Jumat (23/6/2023).
Menurutnya, pemahaman NII diberikan oleh sejumlah guru di Ponpes Al Zaytun kepada satri dengan kode Madinah (MD).
Sementara untuk santri dengan kode Makkah (MK) tidak akan diberi pemahaman NII saatbelajar di Al Zaytun.
"Jadi untuk santri MD memiliki keistimewaan dan perlakuan khusus di Al Zaytun karena dianggap keluarga dan kader NII," katanya.
Menurutnya tidak semua santri masuk NII jadi dicap sebagai pembangkang oleh Ponpes Al Zaytun.
"Bagi santri yang tidak masuk NII dianggap pembangkang tidak diperbolehkan datang lagi ke Al Zaytun walaupun sekadar bersilaturahmi," imbuhnya.(*)