garut

Meski Sudah Ditolak DPRD, Pemkab Garut Terus Mencari Cara Naikkan HET LPG 3 Kg, Warga: Memang Pro Pengusaha

Suara Garut Suara.Com
Selasa, 27 Juni 2023 | 16:02 WIB
Meski Sudah Ditolak DPRD, Pemkab Garut Terus Mencari Cara Naikkan HET LPG 3 Kg, Warga: Memang Pro Pengusaha
Pemkab Garut kembali mencari cara untuk menaikkan HET LPG 3 Kg meski sudah ditolak DPRD Garut, Warga: Memang pro pengusaha. (Foto: SUARA GARUT)

SUARA GARUT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat berencana Mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 Kilogram (Kg) hingga ke pengecer.

Meski rencana itu telah ditolak DPRD Kabupaten Garut, namun Pemkab terus berusaha untuk menaikkan HET LPG 3 Kg tersebut.

Warga menilai upaya terus menerus yang dilakukan Pemkab Garut merupakan bentuk pro pemerintah terhadap pengusaha bukan kepada rakyatnya.

"Warga masih susah sudah mau dibebani lagi kenaikan LPG. Sebenarnya Pemkab Garut ini pro pengusaha buka pro rakyat kalau seperti ini caranya," kata Dedi, Warga Kampung Jati, Karangpawitan, Selasa (27/6/2023).

Menurutnya, Pemkab Garut terus berulang mau menaikkan LPG 3 Kg padahal sudah jelas-jelas ditolak DPRD.

"DPRD itu kan wakil rakyat jadi semua keluh kesah sudah disampaikan. Kenapa Pemkab Garut masih ngotot mau menaikkan LPG 3 KG," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyatakan, kenaikan LPG 3 Kg akan melakukan regulasi terkait HET.

"Saya coba berkomunikasi dengan dari Pertamina, itu (apakah) bisa juga dilakukan regulasi terkait itu (HET untuk pengecer), siapa yang menentukan? Itu _breakdown_ oleh kepala dinas, nah ini yang akan kita komunikasikan ke BPH Migas," ujar Nurdin Yana.

Nurdin menilai, bahwa harga LPG 3 Kg di pangkalan saat ini berkisar di angka Rp16.000. Namun harga tersebut dikeluhkan oleh pangkalan, karena HET ini sudah hampir 8 tahun tidak mengalami kenaikan.

Baca Juga: Pesawat SAM Air Ditemukan Hangus Terbakar, Kabasarnas: Tidak Ada Tanda-tanda Korban Selamat

"Oleh sebab itu kita berharap insya Allah lebih baik ada pengaturan yang jelas, naik tapi ada pengaturan yang jelas, sehingga tidak keluar dari aturan atau pembiasan yang terjadi artinya keluar dari koridor yang ditetapkan, karena kasihan teman-teman juga," ungkapnya.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Garut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut dalam paripurna menolak kenaikan harga itu.

Bahkan meminta Bupati Garut untuk mencabut kembali Surat Keputusan Bupati Tentang Kenaikan Harga Eceran Tertinggi LPG tabung 3 kilogram untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro.

Aksi penolakan itu, membuat Bupati Garut harus berpikir ulang mengingat alasan yang cukup menohok disampaikan DPRD Garut.

Penolakan itu disampaikan Fraksi Demokrat secara terbuka dalam Sidang Paripurna Tentang nota laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Garut tahun anggaran 2022 di gedung DPRD, Senin, 27 Maret 2023.

"Kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit pasca covid kemarin, ditambah kenaikan harga gas ini menjelang Ramadhan," ujar Juru Bicara Fraksi Demokrat, Cucu Suhendar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI