SUARA GARUT - Kota Malangbong merupakan daerah segi tiga emas, menjadi salah satu etalase Kabupaten Garut di wilayah utara.
Disebut daerah segi tiga emas, karena letaknya yang strategis, menjadi penghubung tiga kabupaten di Jawa Barat.
Kota Malangbong di lalui jalan Nasional, menjadikan wilayah itu sebagai pusat ekonomi yang potensial, bagi kehidupan masyarakatnya.
Malangbong saat ini menjelma sebagai kota kecil di wilayah utara Kabupaten Garut, berbatasan langsung dengan Kabupaten Sumedang, Majalengka, serta Kabupaten Tasikmalaya.
keadaan cuaca yang cenderung dingin dan berangin ini, merupakan fenomena alam yang sangat khas, karena, berada di ceruk perbukitan dan pegunungan yang membentang sepanjang mata memandang.
Sedangkan angin yang menyebabkan cuaca dingin, terjadi karena adanya celah diantara dua gunung di bagian selatan menuju wilayah Tasikmalaya.
Namun siapa sangka, pada zaman kolonial merupakan sebuah hutan belantara tanpa penghuni.
Saat itu, daerah ini dijadikan tempat trasnsit oleh pasukan Mataram, untuk melintas menuju markas Belanda di Batavia.
Daerah ini, konon dijadikan tempat tinggal sementara oleh pasukan Mataram di pimpin Putra Bupati Subang Raden Surayudha tahun 1870 Masehi.
Raden Surayudha berjuang mengusir penjajah Belanda bersama Pangeran Dipenogoro.
Sementara itu, Raden Surayudha sendiri lahir di Balubur Limbangan tahun 1787 Masehi.
Raden Surayudha kemudian menikah dengan Putri Sultan Mataram, Raden Siti Bunga Resmi, dan Raden Siti Komala Putri Raden Suta Manggala atau dikenal Lebe Malangbong.
Sejak saat itu, tidak sedikit penduduk Mataram, melalui Cirebon Girang berasimilasi dengan penduduk lokal.
Salah satu fakta sejarah yang menunjukan adanya keterkaitan penduduk pribumi dengan Kesultanan Mataram, ditemukannya petilasan Pangeran Mangkubumi di wilayah bukit Ciranca Desa Mekarmulya saat ini.
Pangeran Mangkubumi sendiri merupakan seorang pendiri sekaligus yang membangun Keraton Jogjakarta pada 5 Agustus 1717 Masehi.
Artinya, bisa jadi sebelum Raden Surayudha membuka kawasan Malangbong, 1870 M, Pangeran Mangkubumi beserta pasukan mataram sudah terlebih dahulu singgah di Bukit Ciranca Desa Mekarmulya.
Pasalnya, pada usia 153 tahun Pangeran Mangkubumi, Putra Bangsawan Subang Raden Wira Redja, yakni Raden Surayudha baru membuka kawasan Malangbong.
Sementara itu, saat Raden Surayudha lahir di Balubur Limbangan, usia Pangeran Mangkubumi sekitar 70 tahun.
Sedangkan, penyerangan Mataram ke VOC di Batavia yang dipimpin Sultan Agung diawali sejak tahun 1628 Masehi.
Oleh sebab itu, sangat beralasan, jika sejak tahun- tahun itu, pasukan mataram sudah melintasi kawasan Malangbong sekarang.
Adanya asimilasi budaya mataram dengan penduduk pribumi Malangbong, adanya trah ningrat Raden Mas Kadar Solihat ( Almarhum).
Namun sepenggal kisah penduduk asli Malangbong itu, masih simpang siur, terutama dikalangan tokoh Malangbong.
Penulis sendiri, merupakan salah satu keturunan Mataram yang berada di wilayah hantaran gunung Cakrabuana, dan dikenal dengan Eyang Mangku Jampana. (*)