SUARA GARUT - Sempat viral gegara paras cantiknya yang mirip artis Korea, Neng Enci yang berstatus janda dua anak kembali menyita perhatian publik.
Dalam tayangan akun YouTube Rahmat Chanel beberapa waktu lalu, Neng Enci diwawancarai konten kreator saat tengah berada di Majalengka untuk membantu kerabatnya yang menggelar hajatan.
Neng Enci mengaku asal dari Talegong Garut, dan sudah beberapa tahun menjanda dengan dua anak yang masih balita.
Neng Enci juga menceritakan kisah getirnya sebagai seorang ibu tunggal. Ia harus banting tulang kerja serabutan untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil itu.
Sontak saja kisah Neng Enci tersebut mendapat simpati warganet. Bahkan karena rasa simpatik, sebagian warganet memberikan donasi untuk Neng Enci yang dititipkan ke pemilik akun Rahmat Chanel.
Karena kecantikan Neng Enci, video kreasi Rahmat Chanel tersebut sempat diduga settingan. Namun, kemudian video tersebut dibuktikan Rahmat Chanel sebagai fakta nyata.
Terbaru, Rahmat Chanel mengunggah video Neng Enci yang tengah dikunjungi seorang pria yang diketahui bos (pengusaha) asal Selangor Malaysia.
Dengan bahasa Melayu yang kental, pria tersebut mengaku takjub dengan konten video yang dibuat Rahmat Chanel. Ia menyebut konten video buatan Rahmat sebagai video bermanfaat yang menginspirasi.
Didampingi Kang Rahmat, Bos asal Malaysia itu begitu bersemangat mengunjungi rumah Neng Enci yang berada di kawasan pedalaman Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Saat tiba di rumah Neng Enci yang teramat sederhana, pria asal Malaysia itu memberikan sejumlah oleh-oleh dari Malaysia, di antaranya ada alat alat sekolah untuk anaknya Neng Enci.
Tak hanya itu, Bos asal Selangor Malaysia ini pun memberikan sejumlah uang untuk keluarga Neng Enci.
Banyak netizen yang menulis di kolom komentar akun Rahmat Chanel, jika pria itu duda diharapkan untuk segera menikahi Neng Enci.
Dalam tempo dua pekan setelah diunggah di akun Rahmat Chanel, video kunjungan Bos asal Malaysia ke rumah Neng Enci tersebut telah ditonton puluhan ribu kali. (*)
Editor: Faiz Sultan