garut

Menelisik Makam Pangeran Papak di Cinunuk Garut dan Mata Air Berkhasiat

Suara Garut Suara.Com
Minggu, 30 Juli 2023 | 21:35 WIB
Menelisik Makam Pangeran Papak di Cinunuk Garut dan Mata Air Berkhasiat
Gerbang menuju area Makam Pangeran Papak di kawasan Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

SUARA GARUT - Sejumlah tokoh yang dipercaya sebagai penyebar agama Islam di tatar Garut cukup dikenal masyarakat dari berbagai daerah.

Makam para tokoh ulama legendaris yang dimakamkan di Garut memang sangat familiar, khususnya bagi warga yang terbiasa dengan ritual ziarah.

Selain makam Prabu Kiansantang atau Syeh Rohmat Suci di kawasan makam Keramat Godog, Karangpawitan yang sangat ikonik dengan legenda Prabu Siliwangi, hanya beberapa kilo meteran sebelah timur ada juga makam yang tak kalah legendaris.

Makam ini dikenal sebagai makam Pangeran Papak Cinunuk, lokasinya berada di kawasan Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pangeran Papak juga dipercaya sebagai seorang waliyullah. Nama asli Pangeran Papak ini adalah Raden Wangsa Muhammad.

Ada beberapa versi terkait makna julukan Pangeran Papak, salahsatunya bisa diartikan sebagai seorang yang bijak yang tak membedakan strata sosial masyarakat.

'Papak' adalah sebuah kata dalam bahasa Sunda yang artinya sama rata atau sejajar. Jadi, julukan tersebut disematkan kepada Raden Wangsa Muhammad sebagai penghargaan karena dalam menyampaikan risalah dakwahnya sangat bijak dan tak pandang status sosial.

Yang tak kalah menarik, Pangeran Papak ini dimakamkan di sebuah area yang disekitarnya terdapat mata air yang disebut Sumur Tujuh Cinunuk.

Bagi sebagian warga, khususnya para peziarah percaya bahwa mata air di dekat area makam Pangeran Papak itu memiliki khasiat tertentu.

Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Taklukkan Barito Putera di Demang Lehman, Madura United Naik ke Posisi Kedua

Entah benar atau tidak, yang jelas mitos tersebut telah lama menyelimuti kawasan makam Pangeran Papak.

Dibalik mitos dan legenda yang menyelimutinya, ada pepatah-petitih terkenal dari Pangeran Papak yang hingga saat ini masih diingat masyarakat sekitar.

"Ulah ngingu kabingung, miara kasusah,  sangkan aya dina kagumbiraan manah"

Pepatah luhur dalam bahasa Sunda yang diyakini warga sekitar sebagai perkataan Pangeran Papak itu bisa diartikan sebagai pengingat, yang artinya, "Jangan memelihara kebingungan, kesusahan, agar jati tetap dalam kebahagiaan atau ketenangan."

Diketahui, Pangeran Papak juga merupakan keturunan Raja Padjadjaran Prabu Siliwangi. 

Dalam buku ”Sajarah Asal-usul Balubur Limbangan anu Ngarunday ka Djayadiwangsa (1988) Pangéran Papak adalah putera dari Raden Kyai Juari. Nasabnya ke atas sampai kepada Prabu Laya Kusumah (Putera Prabu Siliwangi/Sri Baduga Maharaja)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI