SUARA GARUT - Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menyebut banyak ASN di lingkungan Pemkab Garut, Jawa Barat, yang kondisi fisiknya tidak sehat, akibat kurang olahraga dan kurang makanan sehat.
"Tadi yang hipertensi kan banyak, yang obesitas, yang pra diabetic, yang kurang tajam penglihatannya. Rata-rata 20 persenan, tapi ada juga SKPD yang pegawainya sakit sampai 48 persen, hampir setengahnya," ungkap Helmi, usai apel rutin, Senin, 13 Agustus 2023.
Helmi mengingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).
Survei yang dilakukan oleh pihaknya menunjukkan kendala fisik sebagai salah satu faktor utama yang mempengaruhi produktivitas ASN.
"Kan makanan kita harus dievaluasi makanan yang sehat yang harus dimakan selama kita kerja atau di rumah terus evaluasi juga, karena PNS itu bukan karena kekurangan makanan, bukan karena kurang gizi, justru karena tidak makan gizi yang seimbang," katanya.
Untuk mengatasi masalah ini, Helmi mengajak para ASN untuk secara rutin berolahraga dan meningkatkan konsumsi buah-buahan yang tersedia di daerah Garut.
Mengingat beban kerja yang tinggi, maka para ASN di lingkungan Pemkab Garut diminta untuk memperkuat kesehatan fisik. Ia bahkan telah memerintahkan mengeluarkan surat edaran kepada para ASN untuk melakukan olahraga dan lebih banyak mengonsumsi buah-buahan seperti jeruk, mangga, dan jambu.
"Nah ini kan kita ingin meningkatkan produktivitas ya, Pak Bupati kan sering menyampaikan PNS begini, PNS begitu, ternyata dari sisi fisik ya ini juga kita belum optimal," tandasnya.
Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surachman, pihaknya telah melakukan screening kepada 32 SKPD di lingkungan Pemkab Garut, dengan populasi sekitar 3.000 orang, dan pihaknya mengambil sampel sebanyak 1.848 orang.
Baca Juga: Kun WayV Bagikan Pengalaman Syuting di Tengah Salju: Jariku Tak Bisa Gerak!
Adapun beberapa screening yang dilaksanakan adalah hipertensi, pradiabetes, kelebihan berat badan, dan gangguan penglihatan.
Hasilnya, diperoleh data 22,1 persen pegawai di 32 SKPD di lingkungan Pemkab Garut mengalami hipertensi. Selain itu, angka pradiabetes sendiri memiliki angka yang cukup tinggi yaitu 20,6 persen melebihi rata-rata nasional dan Jawa Barat.
Sedangkan kelebihan berat badan menduduki angka 61,1 persen dan gangguan indra fungsional berada di angka 28,7 persen.(*)
Editor: Risman