SUARA GARUT - Sedikitnya ada 17 ruas jalan utama di kawasan Garut Selatan yang menjadi prioritas program pembangunan infrastruktur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut.
Proyek program pembangunan infrastruktur Pemkab Garut tersebut merupakan alokasi anggaran senilai Rp 170 Miliar yang digelontorkan dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Garut, Rudy Gunawan saat meninjau langsung ke lokasi perbaikan jalan di kawasan Garut Selatan, Sabtu, 12 Agustus 2023.
Terkait keluhan masyarakat soal proyek perbaikan infrastruktur jalan, Bupati Garut menegaskan komitmennya untuk memastikan monitoring berkelanjutan terhadap pengerjaan jalan, terutama di wilayah bagian selatan.
"Tentu, saya ingin ada percepatan-percepatan, ini masyarakat juga ingin cepat mendapatkan kualitas pelayanan publik yang baik," ucap Rudy.
Diakuinya, dirinya akan mengunjungi rute sepanjang hampir 24 km untuk melakukan pengecekan, mulai dari Jatisari Kecamatan Cisompet, lalu ke Kecamatan Peundeuy, dan ke Sagara di Kecamatan Cibalong.
"Untuk menyiapkan perbaikan infrastruktur ya sekitar 170 miliar rupiah sekarang ini dari DAU ya," katanya.
Namun, Bupati Garut juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja konsultan perencanaan yang tidak memasukkan unsur wiremash (baja tulangan) pada beberapa jalan dengan beban berat.
Ia menegaskan bahwa ini adalah kesalahan perencanaan dari PUPR yang harus diperbaiki di masa depan.
Baca Juga: Kesal Dibandingkan dengan Bella Bonita, Kini Happy Asmara Pede Dekat dengan Juragan Asal Malang
"Ini adalah kesalahan perencanaan dari PUPR, kita perbaiki lah ke depan, ini bukan kesalahan pemborong kalau memang di dalam speknya tidak ada. Ini kesalahan daripada perencana," bebernya.
Bupati ingin memastikan, bahwa pembangunan jalan ini tidak hanya cepat, tetapi juga berkualitas sehingga tidak mudah rusak.
Rudy menekankan pentingnya kerja sama yang baik antara pihak-pihak terlibat dalam proyek ini, termasuk pemerintah daerah, kontraktor, dan konsultan perencanaan. Dengan tujuan akhir agar masyarakat dapat menikmati jalan yang baik dan tahan lama.
Dirinya ingin memastikan bahwa pemborong tidak hanya fokus pada penawaran harga terendah, tetapi juga pada kualitas.
Untuk itu peran ULP-ULP di Garut dipromosikan dalam jabatan di kecamatan agar dapat lebih terlibat dalam pengawasan dan pelaksanaan proyek di wilayah Garut Selatan.
"Karena di Garut ini bahwa pemborong itu asal menang saja, mau jumping harganya 10% juga (atau) 15% juga nggak ada masalah, ini makanya ULP-ULP di Garut oleh kita dipromosikan lah menjadi kasi-kasi kecamatan di Garut Selatan ya," bebernya. (*)