SUARA GARUT— Kemacetan lalu lintas yang disebabkan hal cukup unik terjadi di Kota Austin, Texas, Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Kemacetan lalu lintas tak lazim ini dipicu karena banyaknya taksi yang beroperasi di salah satu ruas jalan di kota yang berada di negara bagian Texas, Amerika Serikat tersebut.
Pasalnya, taksi-taksi itu bukanlah sekadar taksi konvensional, melainkan taksi yang memiliki sistem swakemudi atau otonom— kendaraan yang dikemudikan oleh robot atau komputer.
Dalam video viral yang beredar di media sosial, nampak ruas jalan itu mengalami kemacetan lalu lintas yang menimbulkan antrean panjang kendaraan lain. Terlihat jumlah taksi swakemudi atau robot itu sangat banyak.
Mereka berada di satu kawasan dalam waktu yang bersamaan. Taksi swakemudi "Cruise Robotaxis" itu memiliki peralatan komputer seperti radar yang dipasang di atas atap mobilnya.
Lalu lintas di situ pun menjadi keos atau kacau karena taksi swakemudi yang dikendalikan komputer itu tak ada yang mau mengalah atau memberi jalan kepada kendaraan lain.
Usut punya usut salah satu penyebab lainnya karena fitur navigasi taksi-taksi Cruise Robotaxis menyarankan mereka melewati jalan alternatif pada waktu yang sama.
Apalagi, ruas jalan tersebut dapat dikatakan berada di kawasan pemukiman dengan sistem dua arah yang masing-masing hanya memiliki satu lajur. Sahut-sahutan bunyi klakson pun terdengar dalam situasi lalu lintas yang cukup rumit tersebut.
Dilansir dari electrek.co, pihak Cruise menjelaskan bahwa armada-armada taksi swakemudi itu memang berakhir di satu kawasan yang sama dengan permintaan pelanggan yang sangat tinggi.
Baca Juga: Nick Kuipers Tak Mau Lengah Jelang Lawan Bhayangkara FC, Optimis Persib Bandung Menang
Alhasil menimbulkan kemacetan dan kekacauan lalu lintas terutama saat berada di persimpangan jalan di kawasan tersebut. Banyak dari armada Cruise yang terjebak saat hendak berbelok.
Cruise juga mengatakan, pada saat yang bersamaan rute menuju utara dan selatan Austin melalui pusat kota terdapat hambatan. Map digital pun secara otomatis menyarankan taksi untuk memutar balik dan melewati jalan alternatif untuk mencapai tujuan akhir yang sama.
Mereka juga menyatakan, taksi-taksi bertenaga listrik mereka itu tidak dapat mengubah rute perjalajanan secara manual yang kemungkinan dapat diatur oleh penumpangnya.
Mengetahui situasi tersebut mengganggu kelancaran lalu lintas di jalanan, Cruise pun langsung mengarahkan taksi-taksinya untuk keluar dari kawasan tadi melalui sistem komputer mereka secara manual. Secara perlahan kekacauan itu bisa diatasi.
Cruise Robotaxis juga meminta maaf atas kejadian tersebut dan memastikan tidak ada fasilitas maupun sarana dan prasarana di jalanan seperti jalur pejalan kaki dan tumbuh-tumbuhan yang mengalami kerusakan akibat kejadian itu.
Sebagai informasi, Cruise Robotaxis sendiri merupakan perusahaan transportasi penyedia layanan rideshare atau berbagi tumpangan— di Indonesia biasa disebut taksi online yang berbasis aplikasi.