Kepemimpinan wasit asal Jepang Ryuji Sato di pertandingan Piala AFF 2022 antara Vietnam vs Malaysia mendapat kritik pedas, utamnya dari publik sepak bola Negeri Jiran.
Pada laga yang dimenangkan Vietnam dengan skor 3-0 itu, dua kartu merah keluar dari kantong Ryuji Sato.
Kartu merah pertama untuk pemain Vietnam, Nguyen Van Toan pada menit ke-32. Kartu merah kedua ditujukan kepada bek Malaysia, Azam Azmi.
Kartu merah kepada Azam Azmi di menit ke-59 yang jadi sorotan publik. Sato memberi kartu merah kepada Azmi karena menganggap pemain Malaysia itu menginjak wajah Doan Van Hau.
Selain kartu merah untuk Azmi, Malaysia juga diganjar hukuman penalti karena insiden tersebut. Padahal aksi Azmi kepada Van Hau terjadi di luar kotak penalti.
Namun jika merujuk pada Statuta FIFA, pasal 12 dan 13, wasit bisa memberikan penalti atas pelanggaran yang terjadi di area penalti ataupun di luar lapangan.
Keputusan Sato bisa dibilang sudah cukup tepat. Namun ada insiden awal antara Doan Van Hau dan Azmi yang luput dari Sato tepatnya pada menit ke-15.
Saat itu, Doan Van Hau dengan sengaja menyikut Azmi. Namun aksi brutal itu tak mendapat hukuman kartu dari Sato.
Bagi publik Malaysia, Sato bukan wasit yang asing. Wasit kelahiran prefektur Aici, Jepang ini pernah juga membuat Malaysia merugi di pertandingan melawan Vietnam babak kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Juni 2021.
Baca Juga: Potret Kekasih Doan Van Hau, Pemain Vietnam yang Jadi Musuh Bersama Indonesia-Malaysia
Saat itu, Sato memberikan hadiah penalti untuk Vietnam dan membuat pasukan Park Hang-seo menang 2-1.
Ryuji Sato bukan wasit kemarin sore. Ia adalah salah satu wasit senior di Jepang. Sato sudah menyandang status wasit FIFA sejak 2009.
Ia pun telah memimpin di sejumlah pertandingan Liga Champions Asia dan Kualifikasi Piala Dunia.
Menariknya, jejak kontroversial Sato tidak hanya membuat publik Malaysia berang. Sato juga sempat mendapat kritik tajam dari legenda Barcelona, Xavi Hernandes.
Pada pertandingan babak 16 besar Liga Champions Asia antara Al Sadd vs Al Duhail, Xavi menganggap keputusan Sato sangat tidak masuk akal.
Mengutip dari qoly.jp, Sato tidak memberikan hadiah penalti kepada Al Sadd meski saat itu salah satu pemain Al Duhail memegang bola dengan sengaja di area penalti.