Cristiano Ronaldo diprediksi mendapat bayaran mencapai 200 juta euro per tahun dengan bergabung ke klub Arab Saudi, Al Nassr.
Pendapatan 200 juta euro atau setara Rp3 triliun yang diterima Ronaldo dengan gabung ke klub Arab Saudi termasuk gaji dan pendapat lainnya seperti iklan.
Nilai 200 juta euro atau setara Rp3 triliun yang diterima Ronaldo ternyata setara dengan nilai perputaran uang di kompetisi BRI Liga 1 selama satu musim.
Pada Agustus 2021, kajian dari Universitas Indonesia menyebutkan bahwa nilai ekonomi dengan bergulirnya BRI Liga 1 2021-22 bisa mencapai Rp3 triliun.
Nilai ekonomi tersebut didapat dari hak siar, perpindahan pemain ke klub, penjualan merchandise, jasa transportasi, perhotelan hingga katering.
Menurut Kepala Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesa (FEB UI), Mohamad Dian Revindo bergulirnya BRI Liga 1 menciptakan nilai ekonomi yang besar dibanding sebelum pandemi.
Pernyataan ini disampaikan Revindo sebelum tragedi Kanjurhan terjadi yang kemudian membuat kompetisi BRI Liga 1 sempat vakum beberapa bulan.
“Bahkan bisa melebihi Rp2,7 triliun seperti sebelum masa pandemi. Hal ini dikarenakan antusiasme penonton dan fans yang tetap tinggi. Mobilitas masyarakat yang berangsur normal sehingga dapat mendorong penonton datang ke stadion. Makin kuatnya bisnis hiburan TV dan saluran digital, serta pulihnya perekonomian,” ungkap Dian pada Agustus 2022 seperti dikutip dari Suara.com
Revindo merinci efek ganda prospek ekonomi Liga 1 dengan berkaca pada data musim kompetisi 2018-2019 di mana pandemi belum melanda. Pada 2019 perputaran uang langsung dalam kompetisi Liga 1 diperkirakan mencapi Rp1,35 triliun.
Baca Juga: Gila! Gabung ke Al Nassr, Gaji Cristiano Ronaldo Hampir Menyamai Uang Sitaan Koruptor Surya Darmadi
Rinciannya, pada tahun tersebut pengeluaran untuk tiket penonton mencapai Rp171, 82 miliar dengan menarik sekitar 2,86 juta penonton. Pengeluaran penonton untuk transportasi diperkirakan mencapai Rp85,91 miliar, dengan pengeluaran untuk makan minum di angka yang sama.
Sementara untuk pengeluaran untuk marchandise dari penggemar mencapai Rp300 miliar. Sedangkan, iklan untuk kompetisi musim tersebut senilai Rp180 miliar, iklan televisi Rp354 miliar dan sponsor klub Rp180 miliar.