Tanda-tanda Kekurangan Vitamin A.

Esti Utami

Jum'at, 28 Maret 2014 | 19:15 WIB
Tanda-tanda Kekurangan Vitamin A.
Vitamin A tak hanya bagus untuk mata, tapi juga kesehatan alat reproduksi (Foto: shutterstock)

Suara.com - Anda tak suka sayur dan buah-buahan? Ada baiknya mulai berubah mulai sekarang. Karena sayur dan buah-buahan banyak mengandung vitamin A. Dan vitamin A berperan penting bagi kesehatan. Vitamin A tak hanya bagus untuk penglihatan, tapi juga  meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan alat reproduksi pada perempuan. Secara tidak langsung vitamin A juga mempengaruhi kinerja organ dalam seperti paru-paru, ginjal dan fungsi hati.

Kalangan medis mengenal dua tipe vitamin ini, yakni vitamin A dan provitamin A. Vitamin A, banyak ditemukan di daging, ikan, produk dairy atau bahkan daging ungas. Sedangkan provitamin A banyak terdapat di sayuran dan buah-buahan berwarna terang.

Tapi juga perlu diingat vitamin A larut dalam lemak.  Sehingga cara memasak yang salah  bisa membuatnya rusak. Itu sebabnya seseorang yang cukup mengonsumsi buah dan sayuran bisa juga kekurangan vitamin A.  Berikut empat tanda dan gejala akibat kekurangan vitamin A:

1. Gangguan penglihatan.
Vitamin A mengandung sintesis substansi yang dikenal dengan Rhodopsin, ini merupakan fusi vitamin A dengan opsin protein . Rhodopsin berperan penting adaptasi alami mata pada cahaya redup. Kekurangan vitamin A akan menyebabkan rabun ayam, atau kesulitan melihat dalam situasi remang-remang.  Dalam situasi yang lebih akut, seseorang bisa mengalami gangguan xerophthalmia. Gangguan ini ditandai dengan kornea menjadi kering, keriput dan bahkan berpigmen. Gangguan ini juga dapat mengganggu sekresi air mata yang sangat penting untuk menjaga kelembaban mata. Air mata juga berperan 'mengusir' bakteri atau benda asing masuk ke mata. Jika xerophthalmia tidak segera ditangani dapat menyebabkan kebutaan total.

2. Masalah kulit.
Tanda yang paling umum dari kekurangan vitamin A, adalah tekstur kulit berubah drastis. Jika ini dibiarkan bisa menyebabkan xeroderma yang ditandai dengan kondisi kulit yang sangat kering bahkan bersisik.
Kekurangan vitamin A juga bisa memicu phrynoderma. Sebuah kondisi yang ditandai dengan timbulnya jerawat di berbagai bagian tubuh, seperti lengan, paha, punggung, bahu, perut dan bahkan bokong. Phyrnoderma disebabkan oleh penyumbatan kelenjar keringat karena kekurangan vitamin A.

3. Gangguan pernafasan.
Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan sistem pernapasan keseluruhan rentan terhadap infeksi dan bakteri. Kekurangan vitamin A juga mengakibatkan selaput hidung, tenggorokan, bronkus dan trachea menjadi kering dan kasar.

4. Masalah sistem reproduksi.
Pada kaum Hawa, kekurangan vitamin A juga bisa mengganggu fungsi organ reproduksi mereka. Gejala yang paling umum adalah vaginitis, dan keratinizing metaplasia pada pelvis ginjal, saluran telur, rahim, kandung kemih dan bagian lain alat reproduksi. Jika tidak segera diatasi, bisa menyebabkan kemandulan. (Sumber: easygoodhealth.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB