Studi: Puasa Bisa Perbarui Sistem Kekebalan Tubuh

Liberty Jemadu | Suara.com

Minggu, 08 Juni 2014 | 02:03 WIB
Studi: Puasa Bisa Perbarui Sistem Kekebalan Tubuh
Ilustrasi (Shutterstock).

Suara.com - Berpuasa minimal selama tiga hari bisa memperbarui sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan, bahkan pada orang berusia lanjut, demikian hasil penelitian terbaru sejumlah ilmuwan di University of Southern California, Amerika Serikat.

Penelitian itu menjelaskan bahwa membiarkan diri kelaparan akan membuat tubuh menyalakan sel punca, yang kemudian menghasilkan sel-sel darah putih yang bertugas melawan infeksi.

Temuan baru itu disebut bisa bermanfaat bagi mereka yang sistem kekebalan tubuhnya menurun, seperti para penderita kanker yang menjalani kemoterapi. Riset itu juga berguna bagi orang usia lanjut, yang sistem kekebalan tubuhnya sudah tidak efektir karena penuaan.

Dalam penelitian itu para ilmuwan meminta sejumlah sukarelawan untuk berpuasa selama dua dan empat hari selama enam bulan.

Hasilnya ditemukan bahwa puasa dalam waktu lama bisa memaksa tubuh menggunakan persediaan glukosa dan lemak dalam tubuh. Selain itu tubuh juga akan menggunakan sejumlah darah putih.

Dalam setiap siklus puasa, tubuh akan menguras persediaan darah putih sehingga memaksa sel puca meregenasi sel-sel darah putih.

"Puasa memberi sinyal 'Ok' kepada sel punca untuk mulai menambah dan membangun kembali sistem kekebalan tubuh yang baru," jelas Valter Longo, pakar gerontologi dan ilmu biologi pada University of California.

Selain itu juga ditemukan bahwa puasa bisa mengurangi enzim PKA, yang diketahui berhubungan dengan penuaan dan sebuah hormon lain yang bisa meningkatkan risiko kanker serta tumor.

"Dan kabar baiknya adalah tubuh juga akan menyingkirkan bagian-bagian dari sistem kekebalan yang sudah rusat atau tua, selama puasa," imbuh Longo.

Puasa selama 72 jam, menurut penelitian itu, juga bisa melindungi pasien kanker terhadap racun akibat kemoterapi.

"Kemoterapi merusak sistem imun tubuh. Hasil studi ini menunjukkan bahwa puasa bisa mengurangi efek negatif kemoterapi," jelas Tanya Dorff, salah satu peneliti dalam studi itu.

Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal Cell Stem Cell edisi Juni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelang Puasa, Stok Pangan DKI Jakarta Aman

Jelang Puasa, Stok Pangan DKI Jakarta Aman

News | Kamis, 05 Juni 2014 | 14:42 WIB

Harga Jual Daging Sapi selama Puasa dan Lebaran Tidak Akan Mahal

Harga Jual Daging Sapi selama Puasa dan Lebaran Tidak Akan Mahal

Bisnis | Rabu, 30 April 2014 | 14:10 WIB

Terkini

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB