Studi: Depresi Berisiko Kematian Dini pada Perempuan

Ririn Indriani

Jum'at, 20 Juni 2014 | 09:06 WIB
Studi: Depresi Berisiko Kematian Dini pada Perempuan
Ilustrasi perempuan depresi (shutterstock)

Suara.com - Studi terkini menunjukkan bahwa perempuan usia di bawah 55 tahun, berpeluang 2,17 kali lebih mungkin menderita serangan jantung atau meninggal karena penyakit jantung, atau memerlukan prosedur pembukaan arteri jika mengalami depresi tingkat sedang atau parah.

"Jadi, ini mungkin menjadi faktor-faktor risiko tersembunyi yang dapat membantu menjelaskan mengapa angka perempuan meninggal lebih tinggi tak proporsional daripada laki-laki setelah terkena serangan jantung," ujar penulis studi sekaligus asisten profesor Epidemiologi, Universitas Emory di Atlanta, Georgia, Amit Shah.

Dalam studi ini, para investigator memperkirakan gejala depresi pada 3237 orang yang diketahui atau dicurigai menderita serangan jantung.

Para partisipan ini telah dijadwalkan menjalani coronary angiography, suatu prosedur menggunakan sinar x untuk mendiagnosa penyakit di arteri (yang menyuplai darah ke jantung).

Dari jumlah ini, sebanyak 34 persennya perempuan berusia rata-ratanya 62,5 tahun.

Setelah tiga tahun mengamati para partisipan ini, para peneliti menemukan, perempuan berusia 55 tahun dan lebih muda, setelah menyesuaikan faktor-faktor risiko penyakit jantung, masing-masing meningkat gejala depresinya sebanyak satu poin.

Hal ini berhubungan dengan peningkatan peluang penyakit jantung sebanyak tujuh persen. Kemudian, pada laki-laki dan perempuan lebih tua, gejala depresi tidak dapat memprediksi munculnya penyakit jantung.

Tak hanya itu, perempuan berusia 55 tahun dan lebih muda juga 2,45 kali berisiko meninggal, karena berbagai penyebab jika mengalami depresi tingkat atau parah.

"Semua orang, terutama perempuan muda, perlu mengalihkan depresi secara sangat serius. Depresi itu sendiri alasan berbuat sesuatu, tapi mengetahui depresi berhubungan peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian, seharusnya memotivasi orang mencari bantuan," kata Shah, seperti dilansir dari Foxnews.

Mengomentari hal ini, penulis senior studi sekaligus Ketua Studi Epidemiologi di Universitas Emory, Viola Vaccarino, mengungkapkan, meskipun risiko dan manfaat skrining rutin untuk depresi masih belum diketahui, tapi studi menunjukkan perempuan muda akan menerima manfaat jika mempertimbangkan ini secara khusus.

"Sayangnya, kelompok usia ini sebagian besar belum dipelajari," katanya.

Pada 2008, American Heart Association mengeluarkan pernyataan ilmiah, depresi merupakan faktor risiko, seperti diabetes atau hipertensi untuk meningkatkan risiko penyakit jantung.

"Data kami sesuai dengan rekomendasi ini, tetapi juga menunjukkan, perempuan muda atau paruh baya mungkin sangat rentan terhadap depresi sebagai faktor risiko," tambah Vaccarino.

Saat ini, kelompok riset ini sedang memeriksa apakah perempuan memiliki lebih banyak perubahan kardiovaskular dibandingkan laki-laki dalam menanggapi stres jangka pendek, misalnya saat berbicara di depan publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perempuan Jatuh Cinta Setelah Usia 35, Mengapa Dianggap Terlambat?

Perempuan Jatuh Cinta Setelah Usia 35, Mengapa Dianggap Terlambat?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:13 WIB

Belajar Menghargai Perempuan Lewat Sosok Borno di 'Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah'

Belajar Menghargai Perempuan Lewat Sosok Borno di 'Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah'

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:50 WIB

The Story of an Hour: Merasakan Satu Jam Kebebasan sebagai Perempuan

The Story of an Hour: Merasakan Satu Jam Kebebasan sebagai Perempuan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 09:40 WIB

Punya Akses Keuangan Belum Tentu Finansial Sehat, Ini Tantangan UMKM Perempuan

Punya Akses Keuangan Belum Tentu Finansial Sehat, Ini Tantangan UMKM Perempuan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 21:16 WIB

Gen Z Wajib Tahu: Kapan Tren 'Bed Rotting' Jadi Bentuk Self-Care, Kapan Jadi Tanda Depresi?

Gen Z Wajib Tahu: Kapan Tren 'Bed Rotting' Jadi Bentuk Self-Care, Kapan Jadi Tanda Depresi?

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 11:04 WIB

Komnas Perempuan Catat 17 Kasus Perkosaan Libatkan Pejabat Publik

Komnas Perempuan Catat 17 Kasus Perkosaan Libatkan Pejabat Publik

News | Senin, 28 September 2026 | 19:51 WIB

RUU Ketenagakerjaan Dinilai Belum Sepenuhnya Lindungi Pekerja, Malah Untungkan Industri

RUU Ketenagakerjaan Dinilai Belum Sepenuhnya Lindungi Pekerja, Malah Untungkan Industri

News | Senin, 28 September 2026 | 18:40 WIB

Komnas Perempuan Ungkap Dalih Nakes dan Polisi Sungkan Edukasi Hak Aborsi Korban Perkosaan

Komnas Perempuan Ungkap Dalih Nakes dan Polisi Sungkan Edukasi Hak Aborsi Korban Perkosaan

News | Senin, 28 September 2026 | 15:22 WIB

Komnas Perempuan Catat 225 Kasus Pemaksaan Aborsi, 90,7% Pelakunya Pasangan intim

Komnas Perempuan Catat 225 Kasus Pemaksaan Aborsi, 90,7% Pelakunya Pasangan intim

News | Senin, 28 September 2026 | 14:46 WIB

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:18 WIB

Terkini

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:50 WIB

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

Kasus KM Virgo Transport 8, Pemilik Kapal Bisa Terjerat Pidana

Kasus KM Virgo Transport 8, Pemilik Kapal Bisa Terjerat Pidana

Video | Rabu, 30 September 2026 | 21:20 WIB

Nahkoda KM Virgo Transport 8 Ditetapkan Tersangka dan Ditahan!

Nahkoda KM Virgo Transport 8 Ditetapkan Tersangka dan Ditahan!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:11 WIB

Kim Young Kwang dan Lee Ju Myoung Dipastikan Bintangi The Queen of Taming

Kim Young Kwang dan Lee Ju Myoung Dipastikan Bintangi The Queen of Taming

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 21:00 WIB

Apakah 28 Oktober 2026 Hari Libur Nasional? Ini Daftar Tanggal Merah Bulan Depan

Apakah 28 Oktober 2026 Hari Libur Nasional? Ini Daftar Tanggal Merah Bulan Depan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 20:55 WIB

6 Shio yang Bakal Banjir Duit di Bulan Oktober 2026 Menurut Ahli Tarot

6 Shio yang Bakal Banjir Duit di Bulan Oktober 2026 Menurut Ahli Tarot

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 20:50 WIB

Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?

Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 20:42 WIB

×