Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

Bangun Santoso

Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:51 WIB
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab
Aksi Solodaritas Perempuan di Jakarta, Kamis (13/8/2026). (Suara.com/Alif Bintang)
baca 10 detik
  • Solidaritas Perempuan Sintuwu Raya menghadapi intimidasi verbal dari Wakil Bupati Poso saat audiensi proyek PLTA Sulewana pada Juni.
  • Proyek PLTA Sulewana menyebabkan kerusakan rumah warga dan pencemaran lahan pertanian pangan tanpa adanya kompensasi perusahaan.
  • Pemerintah kabupaten belum menindaklanjuti hasil kajian ITB yang membuktikan kerusakan lingkungan tersebut disebabkan oleh pihak perusahaan.

Suara.com - Solidaritas Perempuan (SP) Sintuwu Raya Poso sempat mengalami intimidasi verbal oleh seorang pejabat tinggi di Pemerintahan Kabupaten setempat saat tengah menjalankan kerja advokasi.

Perwakilan SP Sintuwu Raya Poso, Sofi bercerita, pihaknya sempat digertak oleh salah seorang pejabat di Pemerintah Kabupaten Poso ketika dirinya sedang melakukan audiensi terkait dampak proyek PLTA di Desa Sulewena, Kabupaten Poso pada Juni lalu.

"Kami pernah melakukan audiensi pada bulan Juni. Kami melakukan audiensi dengan wakil bupati. Kemudian ada ada perilaku ataupun sikap yang terlihat sangat arogansi. Di mana dia menunjukkan relasi kuasa untuk menekan suara perempuan yang sedang menyampaikan aspirasi pada pertemuan hari itu," kata Sofi kepada Suara.com di Jakarta pada Kamis, (13/8/2026).

Sofi menyebut, pejabat tersebut sempat memerintahkan para perempuan untuk diam dan berhenti bersuara.

Padahal, apa yang dikeluhkan para perempuan di Desa Sulewana merupakan hal yang butuh perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Sekretaris Desa Sulewana, David Banibi mengungkapkan, situasi lingkungan di desanya sudah terbilang mengkhawatirkan. Banyak rumah warga mengalami kerusakan akibat adanya proyek PLTA di sana.

Selain itu lahan pertanian yang menjadi sumber pangan utama bagi warga juga ikut tercemar akibat proyek itu. Meski begitu, kata David, belum ada bentuk ganti kerugian dari perusahaan bagi para warga yang terdampak.

"Sampai detik ini pun belum ada kompensasi bagi yang kami tuntut kemarin," ucap David.

Sebenarnya, lanjut David, pemerintah provinsi sudah mengambil langkah dengan melakukan penelitian dan kajian bersama tim dari ITB perihal dampak kerusakan itu.

baca juga

Kata dia, hasil kajian membuktikan bahwa kerusakan memang disebabkan oleh pihak perusahaan.

"Tapi kami sangat kecewa sudah berapa bulan ini dari hasil itu tidak ada tindak lanjut dari pemerintah kabupaten," imbuhnya. (Reporter: Alif Bintang)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merasa Haknya Terpinggirkan, Solidaritas Perempuan Gugat 5 Pasal UU Cipta Kerja

Merasa Haknya Terpinggirkan, Solidaritas Perempuan Gugat 5 Pasal UU Cipta Kerja

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:56 WIB

Tolak UU Ciptaker, Solidaritas Perempuan Demo di MK

Tolak UU Ciptaker, Solidaritas Perempuan Demo di MK

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:19 WIB

Solidaritas Perempuan Bakal Gugat UU Ciptaker: Picu Kekerasan dan Diskriminasi Gender

Solidaritas Perempuan Bakal Gugat UU Ciptaker: Picu Kekerasan dan Diskriminasi Gender

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Minim Partisipasi Warga, Pembentukan Koperasi Merah Putih Dinilai Terburu-Buru dan Kurang Transparan

Minim Partisipasi Warga, Pembentukan Koperasi Merah Putih Dinilai Terburu-Buru dan Kurang Transparan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 15:43 WIB

Ulasan Film Tanah Runtuh: Tragedi Kemanusiaan Poso yang Menguras Air Mata

Ulasan Film Tanah Runtuh: Tragedi Kemanusiaan Poso yang Menguras Air Mata

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:00 WIB

Dampak Gempa M 6,7 di Wilayah Sigi

Dampak Gempa M 6,7 di Wilayah Sigi

Foto | Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB

Film Tanah Runtuh Berlatar Konflik Poso, Kamera Bergerak Liar Jadi Tantangan Pemain

Film Tanah Runtuh Berlatar Konflik Poso, Kamera Bergerak Liar Jadi Tantangan Pemain

Entertainment | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:13 WIB

Terkini

Motor Listrik Honda QC1 Harga 16 Jutaan, Jarak Tempuh 80 Kilometer

Motor Listrik Honda QC1 Harga 16 Jutaan, Jarak Tempuh 80 Kilometer

Otomotif | Rabu, 09 September 2026 | 19:44 WIB

Lionel Messi Bakal Jadi Pemilik Klub yang Pernah Dibela Eks Bek Persis Solo

Lionel Messi Bakal Jadi Pemilik Klub yang Pernah Dibela Eks Bek Persis Solo

Bola | Rabu, 09 September 2026 | 19:43 WIB

Raih Rp1.580 Triliun, BRI Buktikan Dominasi Lewat Pertumbuhan DPK yang Solid

Raih Rp1.580 Triliun, BRI Buktikan Dominasi Lewat Pertumbuhan DPK yang Solid

Bri | Rabu, 09 September 2026 | 19:39 WIB

Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dilanjut Kamis, Area Diperluas

Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dilanjut Kamis, Area Diperluas

News | Rabu, 09 September 2026 | 19:37 WIB

9 Rekomendasi Skin Tint Non Comedogenic Aman untuk Kulit Berjerawat

9 Rekomendasi Skin Tint Non Comedogenic Aman untuk Kulit Berjerawat

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 19:35 WIB

Ogah Terjebak Tren Horor Melulu, Gandhi Fernando Garap Film Musikal Anak Iyus Jenius

Ogah Terjebak Tren Horor Melulu, Gandhi Fernando Garap Film Musikal Anak Iyus Jenius

Entertainment | Rabu, 09 September 2026 | 19:33 WIB

Soft Life In This Economy: Bisakah Tenang di Tengah Biaya Hidup Meningkat?

Soft Life In This Economy: Bisakah Tenang di Tengah Biaya Hidup Meningkat?

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 19:30 WIB

Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?

Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 19:27 WIB

Kulineran Asyik di Markette Dapat Cashback hingga Rp250 Ribu dari BRI

Kulineran Asyik di Markette Dapat Cashback hingga Rp250 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 09 September 2026 | 19:26 WIB

Setrika Maspion yang Bagus dan Murah Model Apa? Ini 5 Rekomendasinya

Setrika Maspion yang Bagus dan Murah Model Apa? Ini 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 19:24 WIB

×