Kasus Ebola Bisa Tembus 6.800 di Afrika Barat

Ririn Indriani | Suara.com

Sabtu, 20 September 2014 | 17:15 WIB
Kasus Ebola Bisa Tembus 6.800 di Afrika Barat
Situasi di kamp perawatan Ebola di Monrovia, Sabtu (23/8/2014) (Reuters/ 2Tango)

Suara.com - Sebuah studi terkini memprediksi bahwa infeksi ebola bisa mencapai 6.800 kasus di Afrika Barat hingga akhir September 2014, jika tindakan pengendalian baru tidak segera diberlakukan.

Studi yang dilakukan para peneliti dari Arizona State University dan Harvard University di Amerika Serikat (AS) menyimpulkan bahwa pada Agustus 2014 terjadi kenaikan kasus ebola yang signifikan di Liberia dan Guinea.

Pada saat itu justru upaya karantina kepada warga diberlakukan. Artinya, karantina mungkin membuat pertumbuhan virus ebola menjadi lebih besar, karena semakin buruknya kondisi sanitasi di dua kawasan tersebut.

"Mungkin ada alasan lain mengapa penyebaran wabah jadi memburuk, termasuk kemungkinan bahwa virus telah menjadi lebih cepat menular. Mungkin upaya pengendalian melalui karantina membuat wabah jadi menyebar lebih cepat, karena semakin banyak orang berkumpul dalam kondisi tidak sehat," ujar Sherry Towers, peneliti ASU Simon A Levin Mathematical, Computational and Modelling Sciences Center (MCMSC).

Beberapa peneliti menilai, upaya karantina sangat mungkin tidak efektif dalam mengendalikan wabah yang sedang berlangsung Afrika Barat ini, karena virus mematikan itu telah menyebar di area geografis yang luas.

Wabah tersebut disinyalir telah menyebar ke daerah padat penduduk dan risiko penyebaran secara internasional juga meningkat. Hal lain yang menjadi masalah adalah kurangnya sumber daya yang efektif untuk karantina dan isolasi di negara-negara belum berkembang.

Pada kesempatan yang berbeda, peneliti lain justru mendukung pengendalian ebola dengan cara karantina.

"Saat ini tidak ada vaksin berlisensi atau pengobatan khusus untuk penyakit ini, sehingga karantina dan isolasi merupakan cara pencegahan yang paling potensial," kata Carlos Castillo-Chavez, Direktur Executive MCMSC. (Science Daily)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Sierra Leone Dilarang Keluar Rumah Selama Tiga Hari

Warga Sierra Leone Dilarang Keluar Rumah Selama Tiga Hari

Health | Jum'at, 19 September 2014 | 11:10 WIB

Sebanyak 300 Dokter Terinfeksi Ebola, 144 di Antaranya Meninggal

Sebanyak 300 Dokter Terinfeksi Ebola, 144 di Antaranya Meninggal

News | Rabu, 17 September 2014 | 11:09 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB