Bahaya Anak Minum Minuman Berenergi

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 20 November 2014 | 17:00 WIB
Bahaya Anak Minum Minuman Berenergi
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Para orangtua harus lebih meningkatkan kewaspadaan pada makanan dan minuman yang sering dikonsumsi putra-putrinya.

Pasalnya, kini banyak minuman berenergi yang juga dikonsumsi oleh anak-anak. Padahal mengonsumsi minuman berenergi ternyata bisa mengancam jiwa anak-anak.

U.S. poison control centers pada 2010 dan 2013 melaporkan bahwa lebih dari 5.000 kasus orang yang sakit diakibatkan oleh minuman berenergi. Dan hampir setengah dari kasus tersebut terjadi pada anak-anak yang tidak menyadari apa yang telah diminumnya.

Kebanyakan dari kasus ini berefek samping serius, seperti kejang-kejang, detak jantung yang tidak teratur atau tekanan darah tinggi yang berbahaya. Dan usia anak yang sering mengkonsumsi minuman berenergi ini berusia di bawah 6 tahun, dan tanpa menyadari bahaya dari minuman yang dikonsumsinya.

"Anak-anak tidak membelinya ke toko, mereka menemukan di dalam lemari es, atau ditinggalkan oleh orangtua atau saudara yang lebih tua", kata peneliti Dr. Steven Lipshultz, kepala dokter anak di Rumah Sakit Anak Michigan.

Sebenarnya apa yang membuat minuman itu berbahaya? Minuman berenergi biasanya mengandung kadar gula yang tinggi dan kafein setara secangkir kopi. Selain itu, yang membuatnya berefek energi karena kandungan bahan-bahan seperti taurin dan I-karnitin, asam amino alami (ginseng) yang biasanya dipakai sebagai pengobatan alternatif ramuan Tiongkok.

Namun minuman berenergi juga bisa menimbulkan efek samping yang buruk. Pada 2007, Lipshultz mulai menyadari bahwa pasien yang harus mendapat perawatan di ruang ICU didominasi oleh anak-anak dan orang dewasa yang mengonsumsi minuman berenergi.

Lalu pada 2011, ia dan rekan-rekannya melaporkan bahwa kasus penyakit yang terkait dengan mengonsumsi minuman berenergi meningkat, dengan efek samping seperti gangguan jantung, kerusakan hati, kejang bahkan kematian.

Dalam sebuah studi terpisah, pemerintah AS menemukan bahwa yang masuk ICU terkait konsumsi minuman berenergi meningkat pesat antara 2005 dan 2011.

Selain itu, minuman jenis ini juga termasuk jenis adiktif tertentu, seperti asam amino dan ekstrak tanaman. Hal ini cenderung menyebabkan masalah yang lebih parah dari pada kafein pada kopi.
Ada pula jenis minuman berenergi yang mengandung kafein sama halnya dengan kopi. Dampak yang lebih berbahaya lagi ada minuman yang menggabungkan ekstrak tanaman dan kafein itu sekaligus.

"Anda tidak bisa benar-benar membedah apa efek dari ginseng, apa efek dari taurin, apa efek guarana, apa efek dari kafein", kata Lipshultz.

Kebanyakan orang tidak menyadari potensi minuman berenergi memiliki efek samping yang serius. Akibatnya, keteledoran sering dilakukan orangtua yang menyimpan sembarangan minuman berenergi di tempat yang mudah dijangkau, terutama yang memiliki anak di bawah 6 tahun.

"Rentannya minuman berenergi pada anak-anak, namun jika diminum oleh remaja atau orang dewasa tidak terlalu berdampak buruk", kata Lipshultz.

Menurutnya, perlu adanya label minuman berenergi yang mirip dengan Suregeon General pada rokok atau alkohol bisa membantu mengurangi beberapa kemungkinan dampak dari minuman terhadap anak-anak yang tidak disengaja. (Live Science)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Deterjen Mirip Permen Mengancam Kesehatan Anak

Deterjen Mirip Permen Mengancam Kesehatan Anak

Health | Selasa, 11 November 2014 | 14:59 WIB

Studi: Minuman Berenergi Bisa Picu Insomnia

Studi: Minuman Berenergi Bisa Picu Insomnia

Health | Senin, 06 Oktober 2014 | 18:07 WIB

Studi: Anak-anak Lebih Berisiko Meninggal di Pesawat

Studi: Anak-anak Lebih Berisiko Meninggal di Pesawat

Health | Senin, 04 Agustus 2014 | 12:44 WIB

Studi: Anak yang Kehilangan Orang Tua Berisiko Meninggal Cepat

Studi: Anak yang Kehilangan Orang Tua Berisiko Meninggal Cepat

Health | Rabu, 23 Juli 2014 | 09:45 WIB

Balita Kurang Tidur Cenderung Makan Lebih Banyak

Balita Kurang Tidur Cenderung Makan Lebih Banyak

Health | Jum'at, 28 Maret 2014 | 15:57 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×