Ini yang Dapat Dideteksi dari Mata (3)

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 17 Desember 2014 | 15:04 WIB
Ini yang Dapat Dideteksi dari Mata (3)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Mata merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting. Tanpa mata, kita tak bisa melihat keindahan alam semesta dan berbagai pengetahuan yang begitu kaya.

Tak hanya itu, mata ternyata juga bisa mencerminkan kepribadian dan risiko penyakit yang bisa diderita oleh seseorang.

Berikut lanjutan dari artikel sebelumnya yang membahas tentang apa saja yang dapat dideteksi dari mata.

3. Jendela jiwa dan kepribadian
Sebuah studi yang dilakukan di Australia menemukan bahwa orang dengan mata yang lebih terang cenderung kurang "menyenangkan," dan jauh lebih kompetitif, daripada orang dengan mata gelap. Keramahan adalah faktor kepribadian yang biasanya terkait dengan empati, kemurahan hati dan kasih sayang. Setelah memeriksa 336 peserta, peneliti dari dua universitas yang berbeda di Australia menemukan bahwa orang dengan mata gelap lebih "menyenangkan" daripada orang dengan mata biru.

4. Kepercayaan
Dalam penelitian terbaru, para peneliti menilai foto-foto wajah dari 40 mahasiswi dan 40 laki-laki untuk menganalisis tingkat kepercayaan dari mata mereka. Orang bermata coklat menurut peneliti lebih bisa dipercaya daripada orang dengan mata biru. Tapi tingkat kepercayaan seseorang bisa juga dipengaruhi oleh bentuk wajah.

"Meskipun orang bermata coklat dianggap lebih dapat dipercaya daripada yang bermata biru, tapi bukan hanya warna yang menyebabkan persepsi kepercayaan yang kuat melainkan dipengaruhi juga dengan fitur wajah yang berhubungan dengan mata coklat," kata peneliti.

5. Penyakit, usia, dan trauma
Selain itu, beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan spesifik antara warna mata dengan penyakit seperti diabetes, melanoma, dan vitiligo. Sebuah penelitian pada 2012 dari Universitas Colorado School of Medicine menemukan bahwa orang dengan mata biru cenderung memiliki vitiligo yakni kondisi kulit yang menyebabkan bercak putih di beberapa bagian tubuh.

Studi ini meneliti 3.000 orang Amerika keturunan Eropa non-Hispanik yang memiliki vitiligo, dan menemukan bahwa 43 persen memiliki mata coklat, sedangkan 27 persen memiliki warna biru atau abu-abu. Mata seseorang bisa berubah warna yang dipengaruhi kondisi heterochromia yang dapat menjadi indikasi penyakit tertentu, seperti Sindrom Horner, hingga glukoma.

Selain itu, orang-orang penderita diabetes stadium akhir biasanya memiliki warna yang gelap pada mata mereka.  Memiliki mata yang lebih terang juga berarti lebih sensitif terhadap sinar UV matahari, karena mereka mengandung sedikit pigmen untuk melindungi mereka. (Medical Daily)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Merokok Bisa Merusak Mata

Studi: Merokok Bisa Merusak Mata

Health | Sabtu, 11 Oktober 2014 | 17:31 WIB

Nenek Ini Bisa Obati Penyakit Mata dengan Lidahnya

Nenek Ini Bisa Obati Penyakit Mata dengan Lidahnya

Health | Senin, 06 Oktober 2014 | 11:39 WIB

Pentingnya Sering Mengedipkan Mata Saat di Depan Komputer

Pentingnya Sering Mengedipkan Mata Saat di Depan Komputer

Health | Rabu, 01 Oktober 2014 | 14:59 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB