Sikat Gigi Jadi Penyebaran Utama Bakteri Jahat

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 04 Juni 2015 | 14:05 WIB
Sikat Gigi Jadi Penyebaran Utama Bakteri Jahat
Ilustrasi sikat gigi. (Shutterstock)

Suara.com - Apakah Anda rajin menggosok gigi? Jika iya, perhatikan juga sikat gigi yang Anda pakai. Jangan sampai kebiasaan baik itu sia-sia ketika Anda tidak dapat menjaga sikat gigi yang Anda pakai dengan benar.

Perhatikan, mulai dari kebersihan sampai letak Anda menyimpan sikat gigi di kamar mandi. Lebih berhati-hatilah bagi Anda yang menggunakan kamar mandi bersama. Karena kuman dan bakteri lebih mudah berkembang di sana.

Para peneliti menemukan bukti penularan bakteri fecal coliforms di kamar mandi yang digunakan secara bersama-sama. Mereka juga telah menemukan bahwa sikat gigi dapat berfungsi sebagai media yang berpotensi mentranmisi organisme patogen.

"Perhatian utama pada penelitian ini adalah bukan pada kotoran yang berasal dari Anda sendiri, tetapi ketika sikat gigi terkontaminasi dengan kotoran orang lain, yang mengandung bakteri, virus atau parasit yang bukan bagian dari tubuh normal Anda," kata Lauren Aber dari Quinnpiac University di Amerika Serikat.

Untuk penelitian ini, peneliti mengumpulkan sikat gigi yang berasal dari orang-orang yang menggunakan kamar mandi bersama (komunal) dengan rata-rata 9,4 persen per penghuni kamar mandi di Quinnipiac University.

Hasilnya, dari semua sikat gigi yang telah dikumpulkan ditemukan 60 persen terkontaminasi dengan bakteri fecal coliforms (bakteri berasal dari tinja).

"Menggunakan penutup sikat gigi sebenarnya tidak melindungi sikat gigi dari pertumbuhan bakteri, malah lembabnya sikat gigi karena penutup menciptakan lingkungan yang cocok untuk bakteri itu untuk mudah berkembang," kata Aber.

"Cara menjaga kebersihan sikat gigi untuk pelajar atau mahasiswa yang sering menggunakan kamar mandi bersama ini, bisa di mulai dari penyimpanan sikat gigi mereka. Selain itu, kebersihan diri sendiri juga perlu diperhatikan," tambah Aber.

Sikat gigi merupakan sumber penyakit yang dikenal memang mudah terkontaminasi. Para ilmuwan telah menduga hal ini sejak tahun 1920 bahwa penggunaan kembali sikat gigi bisa menjadi sumber yang menyebabkan infeksi di rongga mulut.

Perhatikan, ada beberapa potensi kontaminasi yang menjadi sumber penyakit untuk sikat gigi Anda, seperti sikat gigi yang disimpan terbuka di kamar mandi sangat rentan terhadap kontaminasi dengan bahan dari toilet atau kontaminasi dari penghuni lainnya. (Zeenews)
    

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Simpan Sikat Gigi 3 Bulan? Ini Bahayanya

Simpan Sikat Gigi 3 Bulan? Ini Bahayanya

Health | Selasa, 14 April 2015 | 16:45 WIB

Ini Cara Menyikat Gigi yang Benar

Ini Cara Menyikat Gigi yang Benar

Health | Selasa, 14 April 2015 | 15:51 WIB

Teknologi Ini Diklaim Ampuh Atasi Gigi Sensitif

Teknologi Ini Diklaim Ampuh Atasi Gigi Sensitif

Health | Selasa, 31 Maret 2015 | 16:17 WIB

Anak Anda Malas Sikat Gigi, Ini Tipsnya!

Anak Anda Malas Sikat Gigi, Ini Tipsnya!

Health | Rabu, 25 Maret 2015 | 04:44 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB