Waspada Bila Kondisi Lidah Seperti Ini

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 14 September 2015 | 11:27 WIB
Waspada Bila Kondisi Lidah Seperti Ini
Ilustrasi lidah. (Shutterstock)

Suara.com - Lidah, sering disebut sebagai otot terkuat dalam tubuh. Tanpa lidah seseorang tidak akan mampu berbicara atau menelan makan. Bahkan perubahan pada lidah mampu mengungkapkan kondisi kesehatan seseorang.

Jadi, meski berukuran kecil, lidah memiliki peran besar dalam tubuh.

Berikut adalah beberapa kondisi di lidah yang mengungkapkan kesehatan Anda, seperti dikutip dari Medical Daily:

1. Lidah geografis atau membentuk peta
Jika Anda menemukan adanya lapisan putih yang tak beraturan dan nampak seperti peta berarti Anda sedang mengalami lidah geografis. Kabar baiknya, kondisi ini tidak berbahaya. Namun ada perasaan tak nyaman dalam mengecap karena bagian papila hilang sehingga membentuk seperti ruam di lidah.

Ruam atau lapisan putih bisa berubah ukuran dan lokasi setiap harinya dan bisa muncul atau hilang dari waktu ke waktu. Gejala umum termasuk ketidaknyamanan lidah, rasa sakit, sensasi terbakar, bisa memperburuk ketika makan makanan pedas atau asam.

Kondisi ini hanya mempengaruhi 1-3 persen orang tetapi bisa terjadi pada usia berapapun. Belum ada penyebab pasti yang bisa mengungkapkan terjadinya kondisi ini.

2. Lidah hitam berbulu
Mungkin ini merupakan kondisi yang paling menarik dari semua kondisi lidah dimana lidah berbulu dan berwarna hitam sehingga membuat seseorang merasa tak percaya diri atau nyaman. Hal ini tidak berbahaya dan muncul pada waktu yang singkat.

Lidah berbulu hitam ini muncul akibat terlalu banyak bakteri atau jamur yang tumbuh di mulut sehingga menyebabkan penumpukan pada papila. Lidah hitam berbulu memiliki berbagai faktor risiko seperti- kebersihan mulut yang tak terjaga, merokok, minum kopi terlalu banyak, dehidrasi, dan menggunakan antibiotik.

Untungnya, mengatasi kondisi ini bisa dicapai dengan menjaga kebersihan mulut. Menyikat gigi dan membersihkan lidah secara rutin adalah cara terbaik untuk memerangi penampilan lidah yang menyeramkan ini, disertai dengan mengonsumsi banyak air putih dan berhenti merokok.

3. Lidah pecah-pecah
Kondisi ini menggambarkan permukaan lidah dengan kondisi retak. Keretakan bervariasi, meskipun seringkali ditemukan celah yang menonjol di bagian tengah lidah. Kondisi ini ditemukan pada sekitar 5 persen dari populasi, meskipun lebih sering terjadi pada laki-laki dan lanjut usia.

Lidah pecah-pecah juga muncul pada 80 persen anak-anak dengan sindrom Down. Penyebab lidah pecah-pecah tidak diketahui secara pasti, tetapi juga tidak berbahaya. Hal ini terkait dengan tidak adanya gejala berarti sehingga tidak memerlukan perawatan khusus.

4. Leukoplakia
Leukoplakia mengacu pada kondisi lidah yang tebal, membentuk bercak putih pada pipi, gusi, dan lidah. Dokter, seperti kebanyakan kondisi lidah lain, tidak tahu apa yang menyebabkan leukoplakia, tapi mereka menduga tembakau sebagai penyebab utama dalam pengembangan kondisi ini.

Leukoplakia biasanya tidak berbahaya, tetapi dikaitkan dengan gejala awal kanker. Jadi ada baiknya ketika mengalami kondisi ini segera konsultasikan ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembangunan SDM Jadi Prioritas, Pemerintah Perluas Layanan Kesehatan Gratis di Papua

Pembangunan SDM Jadi Prioritas, Pemerintah Perluas Layanan Kesehatan Gratis di Papua

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:15 WIB

Jangan Keburu Parno! Ini Rahasia Membaca Angka Detak Jantung agar Tidak Gampang Panik

Jangan Keburu Parno! Ini Rahasia Membaca Angka Detak Jantung agar Tidak Gampang Panik

Your Say | Senin, 29 Juni 2026 | 13:01 WIB

Menemukan Makna Wellbeing dari Hal Sederhana Lewat Just Appreciate Today

Menemukan Makna Wellbeing dari Hal Sederhana Lewat Just Appreciate Today

Your Say | Senin, 29 Juni 2026 | 11:15 WIB

Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan

Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:19 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes

Penderita TBC Bakal Terima MBG? Begini Penjelasan Menkes

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:32 WIB

Daerah Masih Kekurangan Dokter, Menkes Nilai AI Belum Bisa Jadi Solusi

Daerah Masih Kekurangan Dokter, Menkes Nilai AI Belum Bisa Jadi Solusi

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:37 WIB

Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat

Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:44 WIB

Miris! Menkes Budi Bongkar Sisi Gelap Dunia Medis: Banyak Nakes Kena Bullying dari Seniornya

Miris! Menkes Budi Bongkar Sisi Gelap Dunia Medis: Banyak Nakes Kena Bullying dari Seniornya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:18 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

×