Indonesia Siap Kembangkan Terapi Sel Punca

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Rabu, 28 Oktober 2015 | 14:57 WIB
Indonesia Siap Kembangkan Terapi Sel Punca
Ilustrasi sistem

Suara.com - Sel punca atau yang lebih dikenal dengan stem cell merupakan terapi baru di dunia medis yang dipercaya dapat mengatasi berbagai macam penyakit.

Ketua Komite Pengembangan Sel Punca dan Rekayasa Jaringan, Prof. DR. dr. Farid Anfasa Moeloek, SpOG menjelaskan terapi sel punca pada dasarnya mereparasi sel-sel tubuh yang rusak sehingga bisa berfungsi normal.

"Jadi, intinya melalui sel punca, sel-sel rusak bisa diganti dan berfungsi normal. Diharapkan kedepannya terapi ini bisa menggantikan pengobatan tradisional seperti minum berbagai macam obat atau suntik insulin bagi diabetesi," ungkapnya pada temu media di Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Di Indonesia, kata Farid Moeloek, terapi sel punca masih dikategorikan sebagai pelayanan berbasis penelitian. Ada dua rumah sakit yang dijadikan pusat pengembangan terapi sel punca, antara lain RS Cipto Mangunkusumo, dan RS Dr. Soetomo Surabaya.

Uji translasi dan klinis di RSCM pada 42 pasien penderita gangguan pada tulang, menunjukkan bahwa setelah mendapatkan terapi sel punca, 10 pasien patah tulang gagal sambung dan defek tulang berhasil disembuhkan. Lalu 9 pasien defek tulang rawan sendi dan 5 pasien avaskuler nekrosis menunjukkan perbaikan fungsional dan 18 pasien masih dalam pemantauan.

Selain itu 43 pasien telah dilakukan terapi sel punca untuk kasus jantung, dimana 19 penderita anterior myocarfial infraction menggunakan sel punca darah tepi dan 25 pasien gagal jantung menggunakan sel punca sumsum tulang.

Terapi lain yang dilakukan RSCM adalah pengobatan pada 3 pasien penderita kaki diabetes dan 5 pasien luka bakar parah yang mana telah menunjukkan hasil terapi yang baik.

Adapun pelayan berbasis penelitian dari RS dr Soetomo mencatat 379 pasien yang dilakukan terapi sel punca dengan berbagai jenis penyakit. Diantaranya kasus yang banyak ditangani adalah diabetes melitus (99 kasus), nyeri sendi lutut (40 kasus), stroke (30 kasus), jantung (12 kasus) dan sisanya penyakit hati, saraf serta penyakit darah berbahaya lainnya.

Keberhasilan dua pusat pengembangan sel punca membuat Farid yakin terapi sel punca bisa menjadi harapan pengobatan Indonesia di masa mendatang.

"Tahun ini kita fokus untuk sosialiasi kepada masyarakat agar tahu bahwa sel punca bisa mengobati berbagai penyakit terutama yang berhubungan dengan degeneratif. Dan para ahli di Indonesia sudah bisa melakukannya dengan baik," imbuhnya.



Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Manfaat Ikan Hias Bagi Penderita 'Gangguan' Jiwa

Manfaat Ikan Hias Bagi Penderita 'Gangguan' Jiwa

Health | Jum'at, 16 Oktober 2015 | 20:57 WIB

Terapi Electro Capacitive Terbukti Membunuh Sel Kanker

Terapi Electro Capacitive Terbukti Membunuh Sel Kanker

Health | Selasa, 29 September 2015 | 06:30 WIB

Bermain Game Ini Ternyata Bisa Atasi Trauma

Bermain Game Ini Ternyata Bisa Atasi Trauma

Health | Jum'at, 10 Juli 2015 | 17:10 WIB

Menguji Metode Sistem Pengobatan "Stem Cell"

Menguji Metode Sistem Pengobatan "Stem Cell"

Health | Senin, 30 Maret 2015 | 15:01 WIB

Terkini

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

×