Array

Awas, Pekerja Malam Diintai Penyakit Ini!

Kamis, 28 April 2016 | 11:17 WIB
Awas, Pekerja Malam Diintai Penyakit Ini!
Ilustrasi bekerja di malam hari. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi terkini menyoroti profesi pekerja malam dan hubungannya dengan risiko penyakit yang mengintai. Seperti profesi perawat misalnya yang diharuskan terjaga sepanjang malam lebih mungkin mengidap penyakit jantung 24 tahun lebih cepat dibandingkan perawat yang bekerja pada shift pagi hingga sore hari.

"Menurut saya temuan ini adalah sebuah pesan penting karena menjadi faktor risiko yang bisa dimodifikasi," ujar pemimpin peneliti, Celine Vetter dari Harvard Medical School.

Untuk mendapatkan temuan ini, Vetter dan rekan peneliti lainnya menganalisis status medis dari 189 ribu perempuan berusia 25 hingga 55 tahun. Mulanya tidak satupun dari mereka memiliki penyakit jantung koroner.

Namun, setelah menjalani profesinya yang menuntut kerja di malam hari, status medis ini pun berubah. Ditemukan 7.303 kasus masalah jantung koroner pada perempuan yang memiliki jam kerja di malam hari.

Dibandingkan dengan risiko perawat yang tidak bekerja pada shift malam, risiko penyakit jantung koroner 12 persen lebih tinggi mengintai perawat yang bekerja pada shift malam selama kurang dari lima tahun.

Risiko meningkat sebanyak 19 persen pada mereka yang bekerja pada shift malam selama lima hingga 9 tahun. Dan risiko 27 persen lebih tinggi mengintai pada responden yang bekerja setidaknya 10 tahun di malam hari.

"Namun risiko penyakit jantung koroner turun jika responden perempuan berhenti bekerja pada shift malam atau pensiun," ujar peneliti.

Adanya bukti kuat yang menghubungkan antara jam kerja di malam hari dengan peningkatan risiko jantung koroner, Vetter mengatakan hal tersebut dipicu oleh peradangan dalam tubuh ketika dipaksa bekerja pada waktu dimana seharusnya tubuh beristirahat.

Bahkan Vetter mengatakan temuan juga mungkin berlaku pada orang-orang yang bekerja pada awal shift pagi, karena tubuh mereka dipaksa bangun pada malam hari.

Setelah memiliki banyak data, Vetter berharap bisa merancang jam kerja yang sehat bagi para karyawan sehingga risiko mengidap penyakit bisa diturunkan dan kinerja mereka bisa lebih maksimal.

"Mudah-mudahan kami bisa merancang jadwal yang sehat untuk individu pekerja," katanya. (Foxnews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI