Heartology Cetak Sejarah: Operasi Jantung Kompleks Tanpa Belah Dada Pertama di Indonesia

Vania Rossa

Rabu, 17 Desember 2025 | 14:40 WIB
Heartology Cetak Sejarah: Operasi Jantung Kompleks Tanpa Belah Dada Pertama di Indonesia
ilustrasi jantung, penyakit jantung bawaan. (Pixabay.com)
baca 10 detik
  • Heartology Hospital di Indonesia berhasil melakukan MICS kombinasi perbaikan katup mitral, penutupan ASD, dan perbaikan katup trikuspid pertama di Indonesia.
  • Atrial Septal Defect (ASD) sering terdeteksi terlambat di Indonesia, menyebabkan komplikasi serius seperti hipertensi paru pada usia dewasa.
  • Keberhasilan operasi minimal invasif ini menunjukkan kemajuan signifikan penanganan penyakit jantung bawaan dewasa di Indonesia sesuai standar global.

Suara.com - Penyakit jantung bawaan kerap dianggap sebagai masalah yang terjadi di masa kanak-kanak. Namun fakta medis menunjukkan sebaliknya. Salah satu jenis penyakit jantung bawaan yang paling sering “bersembunyi” hingga usia dewasa adalah Atrial Septal Defect (ASD)—lubang pada sekat jantung yang memisahkan serambi kanan dan kiri.

Di Indonesia, kondisi ini masih sering luput terdeteksi hingga menimbulkan komplikasi serius. Di tengah tantangan tersebut, Heartology Cardiovascular Hospital mencatat tonggak penting dalam dunia kedokteran jantung nasional dengan keberhasilan melakukan tindakan Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) kombinasi Mitral Valve Repair (MVr), ASD Closure, dan Tricuspid Valve Repair (TVr)—untuk pertama kalinya di Indonesia, dan hanya ketiga di dunia.

Lebih dari sekadar prestasi teknis, pencapaian ini menjadi simbol kemajuan sains kedokteran jantung Indonesia dalam menangani penyakit jantung bawaan dewasa secara presisi, aman, dan berorientasi pada kualitas hidup pasien.

ASD: Penyakit Jantung Bawaan yang Paling Sering Datang Terlambat

Secara global, prevalensi penyakit jantung bawaan terus meningkat. Data internasional menunjukkan lonjakan dari 0,6 per 1.000 kelahiran hidup pada 1930 menjadi 9,1 per 1.000 kelahiran hidup pada 2010. Asia tercatat sebagai wilayah dengan proporsi tertinggi, yakni 9,3 per 1.000 kelahiran hidup, atau hampir 1 dari 100 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan.

ASD tipe sekundum menempati peringkat kedua terbanyak setelah Ventricular Septal Defect (VSD), mencakup sekitar 30 persen dari seluruh kasus ASD. Kondisi ini ditandai dengan adanya lubang di tengah septum (dinding pemisah) atrium jantung, memungkinkan darah kaya oksigen bocor dari sisi kiri ke kanan, menyebabkan kerja jantung kanan berat dan potensi komplikasi jika tidak ditutup.

Sesi diskusi media tentang Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) bersama Heartology. (tangkap layar)
Sesi diskusi media tentang Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) bersama Heartology. (tangkap layar)

“Kalau kita tarik ke konteks Indonesia, dengan sekitar lima juta kelahiran per tahun, diperkirakan ada 50 ribu bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan, dan sekitar 8.500 di antaranya adalah ASD sekundum,” jelas dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K) dalam sesi diskusi media secara daring beberapa waktu lalu .

Ironisnya, lebih dari 50 persen kasus penyakit jantung bawaan di Indonesia datang terlambat ke fasilitas kesehatan. Bahkan, untuk penyakit jantung bawaan sianotik, angka keterlambatan mencapai lebih dari 80 persen.

Keterlambatan ini bukan tanpa sebab. Faktor keterbatasan tenaga ahli, distribusi layanan jantung yang terpusat di kota besar, akses transportasi di daerah terpencil, hingga rendahnya kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan besar.

baca juga

Gejala Ringan, Dampak Berat di Usia Dewasa

Berbeda dengan kelainan jantung lain yang langsung menimbulkan gejala berat, ASD sering kali tidak menunjukkan tanda mencolok di masa kecil. Karena tekanan aliran darah di serambi relatif rendah, keluhan baru muncul pada dekade kedua hingga keempat kehidupan.

“Pasien biasanya datang dengan keluhan cepat lelah, jantung berdebar, atau sesak napas. Gejalanya sangat tidak spesifik, sering disangka masalah lambung, kurang olahraga, atau kelelahan biasa,” ujar dr. Radityo.

Masalah muncul ketika ASD dibiarkan terlalu lama. Aliran darah abnormal dari kiri ke kanan menyebabkan overload volume jantung kanan, yang dalam jangka panjang memicu pelebaran ruang jantung, kebocoran katup mitral dan trikuspid, gangguan irama jantung, hingga hipertensi paru.

“Kalau sudah terjadi peningkatan tekanan paru yang berat, kita masuk fase yang tidak bisa dikoreksi lagi, yang dikenal sebagai Eisenmenger syndrome. Pada tahap ini, terapi bersifat seumur hidup dan biayanya sangat mahal,” tambahnya.

Peran Sains dan Imaging Presisi dalam Diagnosis

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kolesterol Jahat Masih Tinggi, 80 Persen Pasien Jantung Gagal Capai Target LDL-C

Kolesterol Jahat Masih Tinggi, 80 Persen Pasien Jantung Gagal Capai Target LDL-C

Health | Minggu, 07 Desember 2025 | 14:16 WIB

Kabar Baik Pengganti Transplantasi Jantung: Teknologi 'Heart Assist Device' Siap Hadir di Indonesia

Kabar Baik Pengganti Transplantasi Jantung: Teknologi 'Heart Assist Device' Siap Hadir di Indonesia

Health | Senin, 24 November 2025 | 11:08 WIB

Penyakit Jantung Masih Pembunuh Utama, tapi Banyak Kasus Kini Bisa Ditangani Tanpa Operasi Besar

Penyakit Jantung Masih Pembunuh Utama, tapi Banyak Kasus Kini Bisa Ditangani Tanpa Operasi Besar

Health | Jum'at, 07 November 2025 | 13:42 WIB

Terkini

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:21 WIB

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 08:59 WIB

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 08:56 WIB

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:54 WIB

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:37 WIB

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

×