Perempuan, Waspadai Sindrom Ovarium Polikistik

Ririn Indriani

Senin, 23 Mei 2016 | 14:37 WIB
Perempuan, Waspadai Sindrom Ovarium Polikistik
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Tanya:

Selamat siang dokter,
Saya seorang perempuan, telah menikah dan memiliki keluhan seputar kesuburan. Tiga tahun lalu, saya pernah kuret dan hingga kini belum hamil lagi.

Saya sudah cek hormon bulan lalu dan hasilnya LH saya 8.64, FSH 8.75, prolactin 10.8, estradiol 44.2. Yang saya tanyakan, apakah saya masih bisa hamil normal dan apakah saya kena sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome(PCOS)? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

RC

Jawab:

Selamat siang saudari RC,
PCOS (polycystic ovary syndrome) adalah suatu keadaan di mana satu indung telur mengandung 12 folikel atau lebih. Karena acap orang salah menduga, yang ditemukan pada PCO bukanlah sebuah kista, melainkan folikel-folikel kecil yang berukuran 5-7 mm.

Kista adalah definisi yang dipakai bila pada indung telur ditemukan ruang yang berisi cairan atau benda padat dan dilapisi oleh selaput.

Pada satu indung telur terdapat jutaan folikel yang notabenenya adalah bakal sel telur. Setiap bulan setelah menstruasi, beberapa folikel akan membesar dan biasanya hanya satu folikel yang akan menjadi matang. Folikel yang matang mempunyai ukuran 18-25 mm.

Folikel yang matang ini akan pecah dan menghasilkan sel telur dalam proses yang dinamakan ovulasi. Pada PCO, beberapa folikel berkembang, tetapi pembesaran ini terhenti pada ukuran 5-7 mm.

Folikel-folikel yang tak kunjung matang akan terus menerus menghasilkan hormon estrogen yang mana bertanggung jawab mempengaruhi pertumbuhan selaput lendir pada rongga rahim.

Kadar esterogen yang terus-menerus diproduksi, lambat laun membuat selaput lendir rongga rahim menjadi sangat tebal. Ketika sirkulasi darah dari dinding rahim tak lagi terfasilitasi, terjadilah bleeding berupa flek atau bahkan pendarahan yang sangat hebat.

Amenorhea juga menjadi salah satu gejala yang kerap timbul sebab efek dari PCOS.

Tidak semua PCOS yang termonitor dari USG berpotensi menyebabkan gangguan. Apabila temuan PCOS turut disertai gangguan siklus menstruasi atau kelebihan hormon androgen (hormon laki-laki), barulah kondisi ini dikategorikan sebagai sindrom ovarium polikistik.

Untuk mendapatkan kehamilan pada PCOS, dapat diusahakan dengan memberikan obat yang dapat merangsang terjadinya ovulasi. Tindakan bedah laparoskopi pada ovarium juga dapat dilakukan untuk membantu terjadinya pembuahan, jika obat-obat yang sudah diberikan tidak memberikan respon yang baik.

Saluran tuba falopi juga akan diperiksa jika terdapat penyumbatan, yang dapat menghambat pengobatan yang dilakukan.

Dari hasil pemeriksaan darah yang Anda lakukan hasilnya adalah terjadi peningkatan hormon LH yang kadar normalnya 7 mlU/ml, kadar hormon FSHnya masih normal, kadar estradiol masih normal (24ng/ml)l, kadar estradiol juga masih normal(25-75 pg/ml).

Hasil pemeriksaan hormon Anda juga masih normal walaupun kadar LH tinggi, karena diagnosa PCOS adalah perbandingan hormon LH lebih tinggi dari FSH. Untuk terjadinya kehamilan normal masih mungkin.

Demikian penjelasan yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat. Terima kasih.


Dijawab oleh: dr Ika Lily Purnamasari
Sumber: https://meetdoctor.com/

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari ke-9 Masih Flek Coklat, Normalkah Haid Saya?

Hari ke-9 Masih Flek Coklat, Normalkah Haid Saya?

Health | Jum'at, 20 Mei 2016 | 09:15 WIB

Mual Setelah Bercinta, Terkaitkah?

Mual Setelah Bercinta, Terkaitkah?

Health | Kamis, 19 Mei 2016 | 22:43 WIB

Alergi Tak Kunjung Sembuh, Apa Solusinya?

Alergi Tak Kunjung Sembuh, Apa Solusinya?

Health | Kamis, 19 Mei 2016 | 11:11 WIB

Ini Gejala Hipoglikemia dan Hiperglikemia

Ini Gejala Hipoglikemia dan Hiperglikemia

Health | Rabu, 18 Mei 2016 | 22:06 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB