- Menteri Keuangan Purbaya menagih realisasi produksi pabrik kendaraan listrik Hyundai dalam acara GIIAS 2026 di Tangerang.
- Pemerintah memberikan dukungan perizinan gratis selama empat bulan sebelum peletakan batu pertama pabrik Hyundai di Indonesia.
- Hyundai meresmikan pabrik mobil listrik di Cikarang dengan kapasitas produksi mencapai 250000 unit per tahun.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenang perannya dalam merealisasikan investasi Hyundai ke Indonesia melalui pembangunan pabrik electronic vehicle (EV) pada 2022 lalu.
Menkeu Purbaya awalnya menagih janji Hyundai soal pembangunan pabrik EV di Indonesia. Ia pun ikut menanyakan berapa persen produksi kendaraan tersebut.
"Apakah ada orang Hyundai di sini? Anda sudah bikin EV berapa di sini? Berapa persen? Dulu katanya waktu inves, janji mau bikin pabrik EV-nya. Sudah berapa persen sekarang? Ayo teriak," katanya dalam acara GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang, dikutip Kamis (6/8/2026).
Ia lalu menceritakan pengalamannya saat membantu realisasi investasi Hyundai kala masih menjabat di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, yang dikepalai Luhut Binsar Pandjaitan.
Kala itu, Hyundai hanya memerlukan waktu empat bulan untuk mengurus perizinan sebelum melakukan ground breaking pabrik EV pertamanya di Indonesia.
"Jadi waktu Hyundai datang ke sini, dia bilang 'Kita ingin pabrik, buat pabrik di Indonesia. Tapi kami ingin dukungan penuh. Ya sudah kamu dukung apa? Terserah Anda bisa dukung apa'. Saya bilang saya dukung semua. Jadi sejak dia datang, sampai ground break, cuma butuh empat bulan, gratis lagi," kenang Purbaya.

Sejak itu, Hyundai hanya mendatangi kantor Kemenko Marves untuk mengurus segala perizinan. Purbaya hanya tinggal memanggil pihak terkait untuk membantu pengurusan tersebut.
Jika memerlukan izin terkait, dia bisa memanggil Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Untuk izin impor barang, Kementerian Perdagangan (Kemendag) turut dipanggil.
Begitu pula dengan izin pajak, Purbaya memanggil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengurus berkas tersebut.
"Dalam waktu empat bulan, mereka berhasil melakukan peletakan batu pertama," kata Purbaya.
Untuk diketahui, PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) sudah meresmikan pabrik pertamanya di kawasan Asia Tenggara yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, sebagaimana dikutip dari situs resmi Hyundai.
Dengan kapasitas hingga 250.000 unit per tahun, pabrik ini akan menjadi pabrik otomotif pertama yang memproduksi Battery Electric Vehicles (BEV) secara massal yang dimulai dengan produksi model mobil listrik terbaru Hyundai kala itu, IONIQ 5.