Waspada, Bahaya Makan Daging Ayam Suntik Hormon

Ririn Indriani

Jum'at, 21 Oktober 2016 | 19:55 WIB
Waspada, Bahaya Makan Daging Ayam Suntik Hormon
Ilustrasi daging ayam. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Mungkin Anda sering mendengar bahwa ayam negeri yang ada di pasaran banyak yang telah disuntik hormon untuk membuatnya semakin besar. Namun, tahukah Anda jika makan daging ayam yang telah disuntik hormon sebelumnya dapat berbahaya bagi kesehatan?

Kenapa produsen menyuntikkan hormon pada ayam?
Hormon adalah suatu zat kimia yang alami diproduksi oleh tubuh manusia, bahkan hewan pun memproduksinya. Hormon dikeluarkan atau diproduksi oleh tubuh untuk membantu tubuh mengatur dan mengontrol berbagai fungsi tubuh, seperti pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi.

Tidak hanya pada manusia, hormon juga dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan secara cepat pada hewan. Tidak hanya ukuran dari hewan ternak yang dapat membesar dengan cepat, hewan  seperti sapi, kambing, domba, dan ayam yang disuntik hormon menghasilkan susu lebih banyak pada sapi, dan telur pada ayam.

Hal ini tentu saja dapat menguntungkan pihak produsen atau peternak karena tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk dapat dapat melakukan ‘panen’ dan dapat mengurangi biaya ternak. Namun di sisi lain, konsumen malah dirugikan akibat pemakaian hormon dan antibiotik tersebut.

Hormon pada sumber bahan makanan seperti, daging ayam, sapi, dan sebagainya menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Hormon yang sering disuntikkan ke ayam atau sapi adalah hormon steroid, berupa estrogen, progesteron, dan testoteron.

Pada manusia, hormon tersebut merupakan hormon yang mengatur dan berhubungan dengan sistem reproduksi. Oleh karena itu, memakan daging atau sumber bahan makanan yang mengandung hormon dapat mengganggu kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi.

Efek dari memakan daging ayam suntik hormon yang dihimpun hellosehat.com sebagai berikut:

1. Mempercepat pubertas pada anak perempuan
Belakangan ini banyak anak perempuan yang mengalami pubertas dini. Dulu, diperkirakan anak perempuan akan mengalami menstruasi pertamanya mulai dari umur 12 tahun.
Namun sekarang, banyak anak perempuan yang berusia 8 tahun sudah mengalami menstruasi. Hal tersebut memang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya faktor diet.

Sering mengonsumsi sumber bahan makanan yang mengandung hormon steroid dapat menyebabkan menstruasi di usia sangat muda. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Cornell University, anak yang sering mengonsumsi daging ayam atau sapi yang sebelumnya disuntik hormon, memiliki peluang mengalami menstruasi dini lebih tinggi.

Penelitian lain yang dilakukan di University of Brighton melibatkan sebanyak 3000 remaja perempuan dan menemukan bahwa sebanyak 49 persen dari respondennya mengonsumsi daging ayam negeri setidaknya 12 porsi dalam satu minggu.

Diketahui juga bahwa mereka sudah mengalami menstruasi sejak usia 7 tahun. Sedangkan sebanyak 35 persen remaja perempuan yang mengonsumsi daging ayam negeri kurang dari 4 porsi dalam satu minggu, mengalami menstruasi pertamanya pada usia 12 tahun.

Hal ini disebabkan oleh hormon estrogen yang sering digunakan untuk membuat ayam ternak lebih cepat tumbuh dan besar dalam waktu yang cepat. Hormon estrogen sendiri, berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi pada perempuan.

2. Meningkatkan risiko terkena kanker payudara
Hormon yang terdapat pada bahan makanan juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada perempuan. Kanker payudara salah satunya terjadi akibat tidak seimbangnya hormon yang ada di dalam tubuh.

Ketika mengonsumsi daging ayam atau daging sapi yang sudah disuntikkan hormon sebelumnya, ini akan semakin membuat kadar hormon dalam tubuh abnormal atau tidak normal. Hal ini kemudian akan meningkatkan risiko perempuan terkena kanker payudara.

3. Meningkatkan risiko kanker prostat pada lelaki
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Institute for Molecular Bioscience, University of Queensland menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi makanan yang mengandung hormon dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat.

Sebaliknya, peningkatan konsumsi sumber bahan makanan yang sebelumnya telah disuntikkan hormon, meningkatkan risiko terkena kanker prostat.

Bagaimana cara memilih daging ayam yang sehat?
Sebenarnya, Food and Drug Administratition (FDA) telah memberikan izin pemakaian hormon steroid untuk digunakan pada hewan ternak, namun tidak disarankan untuk digunakan pada unggas. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melarang menjual daging ayam yang sebelumnya telah disuntikkan hormon karena dapat berbahaya bagi tubuh.

Meskipun begitu, tubuh Anda masih membutuhkan protein dari sumber makanan hewani seperti daging ayam. Hanya saja Anda perlu waspada dan memilih dengan baik bahan  makanan yang akan dikonsumsi.

Lalu, bagaimana cara memilih daging ayam yang baik dan sehat?
1. Belilah ayam di pasar atau toko daging yang resmi dan terjaga kebersihannya.
2. Pilih warna daging yang berwarna cerah, terlihat segar, tidak berwarna gelap atau kebiruan, tidak berbau busuk dan berlendir, serta terlihat lembap.
3. Jika daging ayam dalam kemasan, maka pilih kemasan yang utuh, bersih, dan berlabel. Pastikan kemasan tidak rusak dan tidak kedaluwarsa.
4. Sebaiknya membeli daging yang disimpan di dalam lemari pendingin atau freezer, untuk menghindari bakteri yang tumbuh pada ayam tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Bahaya Konsumsi Daging yang Disuntik Antibiotik

Ini Bahaya Konsumsi Daging yang Disuntik Antibiotik

Lifestyle | Jum'at, 22 Januari 2016 | 12:47 WIB

Ini Manfaatnya Kaldu Ayam

Ini Manfaatnya Kaldu Ayam

Health | Rabu, 20 Mei 2015 | 12:35 WIB

Ayam Negeri Bisa Ganggu Pertumbuhan Seksual Anak

Ayam Negeri Bisa Ganggu Pertumbuhan Seksual Anak

Health | Rabu, 01 April 2015 | 15:51 WIB

Terkini

Takaran Sunscreen 2 Ruas Jari Berlaku untuk Semua Tekstur atau Tidak? Ini Kata Dokter

Takaran Sunscreen 2 Ruas Jari Berlaku untuk Semua Tekstur atau Tidak? Ini Kata Dokter

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Skor PISA RI di Bawah Vietnam, Prabowo: Terima Sebagai Koreksi, Tapi Kita Jangan Terlalu Takut

Skor PISA RI di Bawah Vietnam, Prabowo: Terima Sebagai Koreksi, Tapi Kita Jangan Terlalu Takut

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Panduan Memilih Baterai Terbaik dengan Teknologi Double Child Guard dari Panasonic

Panduan Memilih Baterai Terbaik dengan Teknologi Double Child Guard dari Panasonic

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Direktur Bus ALS Jadi Tersangka Buntut Kecelakaan Musi Rawas, Ini Sosoknya

Direktur Bus ALS Jadi Tersangka Buntut Kecelakaan Musi Rawas, Ini Sosoknya

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Sentil Prestasi Timnas, Prabowo Bandingkan RI dengan Cape Verde yang Penduduknya Kalah dari Sumedang

Sentil Prestasi Timnas, Prabowo Bandingkan RI dengan Cape Verde yang Penduduknya Kalah dari Sumedang

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Prabowo: Orang Pintar Kita Banyak, Harus Dicari, Dibina dan Diberi Kesempatan

Prabowo: Orang Pintar Kita Banyak, Harus Dicari, Dibina dan Diberi Kesempatan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Kiprah Norman Joesoef, Sosok Kunci Kerja Sama Drone Baykar dan Rudal BrahMos dengan Indonesia

Kiprah Norman Joesoef, Sosok Kunci Kerja Sama Drone Baykar dan Rudal BrahMos dengan Indonesia

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?

Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:47 WIB

5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos

5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Bcrobes Dorong Riset Berbasis Mikrobioma, Ungkap Potensi Probiotik dalam Mendukung Terapi Jerawat

Bcrobes Dorong Riset Berbasis Mikrobioma, Ungkap Potensi Probiotik dalam Mendukung Terapi Jerawat

Sumut | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:41 WIB

×