Anak di Bawah 2 Tahun, Hati-hati Konsumsi Ikan Laut

Yazir Farouk | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 26 November 2016 | 14:18 WIB
Anak di Bawah 2 Tahun, Hati-hati Konsumsi Ikan Laut
Ilustrasi makanan pendamping ASI. (Shutterstock)

Suara.com - Ikan laut merupakan sumber protein dan asam lemak omega-3 berkualitas tinggi. Sayangnya kondisi ekosistem laut yang terkontaminasi zat kimia termasuk merkuri, bisa membuat ikan laut menjadi beracun.

Karenanya, dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Ibu Anak Grand Family PIK, Irene Melinda, menghimbau kepada para orangtua agar berhati-hati memberikan ikan laut saat anak memasuki periode MPASI atau makanan pendamping ASI.

Sebab, lanjutnya, merkuri pada ikan laut dapat merusak sistem saraf yang sedang berkembang pada anak berusia di bawah 2 tahun. Dia juga mengingatkan agar ikan laut diberikan ketika anak berusia di atas dua tahun.

"Kalau saya nyaraninnya ikan tawar ketika anak masuk MPASI, karena bebas merkuri sehingga lebih aman dibanding ikan laut," kata Irene saat membawakan talkshow pada Indonesia Maternity, Baby & Kids Expo (IMBEX) 2016 di Jakarta, Sabtu (26/11/2016).

Jenis ikan tawar apapun menurut dia, bagus diberikan untuk bayi selama masa MPASI. Namun sebaiknya olah ikan hingga matang untuk mematikan berbagai jenis bakteri di dalamnya.

Namun Irene mengingatkan para orangtua akan risiko alergi makanan yang mungkin bisa diidap anak. Cara untuk melihatnya sangat mudah, yakni dengan memberikan menu bervariasi secara bertahap selama 12 hari pertama periode MPASI.

"Di 12 hari pertama kita bisa lihat anak kira-kira ada alergi atau nggak. Caranya 3 hari pertama kasih bubur polos saring tanpa campuran apapun. Lalu 3 hari berikutnya di campur pakai sayur. Kalau nggak ada alergi, lanjutkan 3 hari berikutnya dengan daging. Kalau nggak ada respon negatif, 3 hari terakhir bisa dicampur sayur dan ikan," ujarnya menuturkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPOM Diminta Tinjau Ulang Penutupan Bebiluck

BPOM Diminta Tinjau Ulang Penutupan Bebiluck

News | Selasa, 20 September 2016 | 08:48 WIB

Dituduh Tercemar Bakteri, Ini Kata Pemilik Bebiluck

Dituduh Tercemar Bakteri, Ini Kata Pemilik Bebiluck

News | Senin, 19 September 2016 | 17:29 WIB

Pascadigerebek, Produsen Bebiluck Janji Patuhi BPOM

Pascadigerebek, Produsen Bebiluck Janji Patuhi BPOM

News | Senin, 19 September 2016 | 17:09 WIB

Inikah Makanan Pertama yang Paling Baik untuk Bayi?

Inikah Makanan Pertama yang Paling Baik untuk Bayi?

Health | Senin, 25 Juli 2016 | 13:32 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB