Benarkah Penderita Kanker Payudara Dilarang Makan daging?

Madinah, Dinda Rachmawati

Rabu, 15 Maret 2017 | 21:41 WIB
Benarkah Penderita Kanker Payudara Dilarang Makan daging?

Suara.com - Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang sangat ditakutkan oleh kaum perempuan. Penyakit ini merupakan penyebab kematian terbesar kaum hawa di dunia.

Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN) Prof.Dr.dr. Arry Harryanto Reksodiputro, Sp.PD-KHOM sangat menyayangkan meningkatnya angka penderita kanker payudara, dibarengi dengan mitos dan berita tidak benar (hoax).

Hal ini menurutnya sangat merugikan para pasien kanker payudara. Salah satunya mitos penderita kanker payudara dilarang mengonsumsi daging.

"Makanan untuk penderita kanker payudara tidak ada masalah sama sekali. Bahkan, ada yang bilang nggak boleh makan daging, itu salah sekali, itu yang bilang seperti itu sama saja mau membunuh penderita kanker payudara," ungkapnya dalam acara Beban Kanker Payudara Terus Meningkat oleh Roche di Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Selain menyebabkan benjolan, kata dia, kanker juga mengeluarkan racun ke seluruh tubuh. Ini mengakibatkan penderita kanker payudara mengalami demam, berat badan turun, daya tahan tubuh rendah, hingga protein dan lemak menjadi cair. Padahal, lanjut dia, yang membentuk otot adalah protein.

Karena inilah, lanjut dia, pasien kanker payudara membutuhkan protein dan lemak dari daging untuk mengisi protein dan lemak yang cair terus menerus.

"Protein dan lemak, bisa dipakai untuk tubuh pasien, tapi tidak akan dimakan oleh sel kanker. Selain itu, protein dan lemak juga bisa membuat daya tahan tubuh tetap kuat yang sangat dipeelukan pasien," tambah dia.

Justru lanjut dia, pasien kanker sebaiknya mulai mengurangi karbohidrat. Yang perlu diingat, kata dia, setiap orang, baik pasien kanker maupun mereka yang masih sehat haruslah mengonsumsi makanan bergizi baik. Karena tidak ada satu pun obat yang bisa membunuh sel kanker sampai habis.

"Yang bisa membunuh, hanya daya tahan tubuh kita yang baik. Jika daya tahan tubuh baik, sel darah putih juga bagus, inilah yang mempengaruhi. Makanya orang yang masih muda, jarang mengidap kanker, karena sel darah putihnya masih bagus. Satu saja sel kanker berkembang, akan mati dengan sel darah putih. Itulah pentingnya daya tahan tubuh baik," ungkap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Guru Besar IPB Temukan Khasiat Matematika untuk Operasi Kanker

Guru Besar IPB Temukan Khasiat Matematika untuk Operasi Kanker

Tekno | Kamis, 09 Maret 2017 | 13:57 WIB

Kedelai Bisa Bikin Pasien Kanker Payudara Hidup Lebih Lama?

Kedelai Bisa Bikin Pasien Kanker Payudara Hidup Lebih Lama?

Health | Kamis, 09 Maret 2017 | 10:55 WIB

Studi Ini Bantah Kedelai Tingkatkan Risiko Kanker payudara

Studi Ini Bantah Kedelai Tingkatkan Risiko Kanker payudara

Health | Selasa, 07 Maret 2017 | 10:49 WIB

Minum Soda Sejak Remaja, Awas Diincar Kanker Payudara!

Minum Soda Sejak Remaja, Awas Diincar Kanker Payudara!

Health | Sabtu, 04 Maret 2017 | 19:35 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×