Kedelai Bisa Bikin Pasien Kanker Payudara Hidup Lebih Lama?

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Kamis, 09 Maret 2017 | 10:55 WIB
Kedelai Bisa Bikin Pasien Kanker Payudara Hidup Lebih Lama?
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan mengonsumsi lebih banyak kedelai dapat membuat pasien kanker payudara memiliki waktu hidup lebih panjang dan mengonsumsi kedelai juga tidak berbahaya bagi pasien berobat dengan hormon.

Sebelumnya penelitian gizi lain juga telah mengaitkan kedelai dengan umur yang panjang, tetapi penelitian ini mengatakan bahwa kedelai dapat membantu tumor menyebar sehingga membuat perawatan berbasis hormon pada kanker, atau terapi endokrin, menjadi kurang efektif.

Untuk penelitian terbaru ini, peneliti mengkaji data dari 6.235 perempuan dengan kanker payudara di Amerika Serikat (AS) dan Kanada. Lebih dari setengah perempuan mengikuti studi ini setidaknya selama sembilan tahun.

Selama penelitian, perempuan yang banyak makan makanan yang mengandung kedelai, 21 persennya memiliki kemungkinan kecil untuk meninggal karena penyakit mereka, dibandingkan perempuan yang hanya mengkonsumsi kedelai dalam jumlah sedikit.

"Semua perempuan atau semua penderita kanker payudara bisa menambahkan kedelai sebagai komponen dari diet yang sehat," kata penulis utama studi Dr Fang Fang Zhang, Peneliti nutrisi dan ilmu kebijakan di Tufts University, Boston.

Penelitian difokuskan pada isoflavon, senyawa dalam kedelai yang dapat ditemukan dalam makanan seperti tahu, miso, edamame dan susu kedelai. Isoflavon adalah keluarga dari senyawa yang dikenal bernama phytoestrogen, yang secara kimiawi dan struktural mirip dengan hormon seks perempuan, yakni estrogen.

Peneliti menemukan hubungan terkuat antara kedelai dan kelangsungan hidup perempuan, memiliki bentuk agresif tertentu dari kanker payudara yang tidak dapat diobati dengan hormon. Mereka tidak melihat hubungan antara konsumsi kedelai dan umur panjang untuk perempuan dengan tumor, yang pertumbuhannya disebabkan pada estrogen atau perempuan yang menerima terapi endokrin.

"Temuan kami, diambil bersama-sama, menunjukkan bahwa konsumsi makanan kedelai tidak memiliki efek berbahaya bagi perempuan yang diobati dengan terapi endokrin, tetapi manfaatnya mungkin terbatas pada perempuan dengan reseptor hormon tumor negatif atau mereka yang tidak diobati dengan terapi endokrin," tambah Zhang. (Huffingtonpost)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi Ini Bantah Kedelai Tingkatkan Risiko Kanker payudara

Studi Ini Bantah Kedelai Tingkatkan Risiko Kanker payudara

Health | Selasa, 07 Maret 2017 | 10:49 WIB

Minum Soda Sejak Remaja, Awas Diincar Kanker Payudara!

Minum Soda Sejak Remaja, Awas Diincar Kanker Payudara!

Health | Sabtu, 04 Maret 2017 | 19:35 WIB

Faktor Risiko Kanker Payudara Ini Tak Bisa Diubah Perempuan

Faktor Risiko Kanker Payudara Ini Tak Bisa Diubah Perempuan

Health | Minggu, 26 Februari 2017 | 18:56 WIB

Wah, Cabai Bisa Mengobati Kanker Payudara?

Wah, Cabai Bisa Mengobati Kanker Payudara?

Health | Jum'at, 06 Januari 2017 | 20:11 WIB

Lima Makanan untuk Payudara Sehat

Lima Makanan untuk Payudara Sehat

Health | Rabu, 17 Agustus 2016 | 11:51 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×