Array

Semakin Tua Semakin Gemuk, Kenapa Ya?

Rabu, 05 April 2017 | 19:17 WIB
Semakin Tua Semakin Gemuk, Kenapa Ya?
Ilustrasi suami istri gemuk. (Shutterstock)

Suara.com - Hal ini akan terjadi pada kita semua, setelah tahun-tahun berlalu, timbangan akan bergeser ke atas. Tidak peduli seberapa ramping saat masa muda, banyak orang akan menderita perubahan fisiologis yang membuat tubuh menjadi subur, khususnya lemak pada perut dan pergelangan tangan.

Ada sejumlah alasan mengapa hal ini terjadi, termasuk fluktuasi hormonal yang mengakibatkan hilangnya massa otot. Meski demikian, seorang dokter asal Inggris, Dr Neerav Padliya, menegaskan perubahan ini bisa ditangani lebih mudah dibanding yang dipikirkan.

Hormon dan kehilangan massa otot adalah faktor kunci yang menyebabkan kenaikan berat badan yang berkaitan dengan usia. Dr Padliya, wakil presiden penelitian dari suplemen Myos Rens, menjelaskan mengapa penurunan berat badan menjadi lebih sulit dan langkah tepat untuk membuatnya lebih mudah.

Testosteron adalah rahasia untuk lelaki memiliki fisik ramping alami. Ada molekul hidrofobik yang kerap menempel pada lemak dapat membantu membangun otot, menjadi bahan bakar metabolisme dan memelihara sensitivitas insulin yang dapat mencegah diabetes.

Jika kadar testosteron rendah, hal tersebut dapat membuat tubuh menyimpan lemak. Dr Padliya juga mengatakan bahwa obesitas mengganggu produksi testosteron pada lelaki.

Seiring bertambahnya usia, kadar testosteron secara alami akan menurun sekitar 1 persen per tahun setelah memasuki usia 30. Ini berarti lemak perut mulai merayap.

Sementara tubuh perempuan memiliki keseimbangan berkat progesteron dan estrogen. Jika tingkat estrogen lebih tinggi, hal tersebut akan berkontribusi untuk pembentukan jaringan lemak pada tubuh. Pada perempuan yang lebih muda, hal ini akan diimbangi dengan tingkat progesteron yang sama kuat.

Memasuki usia 35 dan seterusnya, kadar kedua hormon akan menurun seiring menuju massa menopause. Namun, kadar progesteron akan menurun pada tingkat yang lebih cepat dan menyebabkan jaringan lemak membentuk dalam tubuh.

Hilangnya massa otot adalah salah satu faktor terbesar lain yang menyebabkan metabolisme menjadi lebih lambat. Jaringan otot sendiri merupakan konsumen terbesar dari glukosa dalam tubuh. Jika glukosa berlama-lama menempel pada lemak tubuh, akibatnya tubuh akan kesulitan memproses karbohidrat secepat dulu.

Baca Juga: Indonesia Jadi Saksi Debut Xiaomi Redmi 4X, Dibanderol Rp 2 Juta

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

"Banyak orang melakukan latihan ketika mereka semakin tua dan cenderung fokus pada urusan kardiovaskular, seperti berjalan. Tapi sangat penting untuk mereka fokus pada latihan ketahanan. Ini lebih penting daripada ketika Anda berusia 25 tahun," jelas Dr Padliya.

Dr Padliya memperingatkan bahwa membangun otot sama pentingnya untuk melindungi diri dari masalah
peradangan dan diabetes. Beberapa latihan yang cocok ketika masalah berat badan naik karena masalah usia meliputi squat dan bisep.

Makan lebih banyak protein juga dapat membantu masalah tersebut. Menurut Dr Padliya, suplemen sangat penting bagi orang tua untuk membangun otot dan menjaga metabolisme agar tetap stabil.

"Ini sangat penting bahwa dengan bertambahnya usia mereka dapat menerima banyak protein setiap hari. Protein sangat penting karena mengisi tubuh dengan asam amino untuk memperbaiki dan mengisi kerusakan dan juga diperlukan jika ingin membangun otot," tambahnya.

Whey protein, misalnya, sangat baik bagi tubuh karena memiliki banyak asam amino yang dapat memicu otot dan membantu metabolisme. [Dailymail]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI