Dua Jenis Kontrasepsi Ini Lebih Efektif Tunda Kehamilan

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Rabu, 26 April 2017 | 11:31 WIB
Dua Jenis Kontrasepsi Ini Lebih Efektif Tunda Kehamilan
Ilustrasi alat kontrasepsi. (Shutterstock)

Suara.com - Ada banyak jenis kontrasepsi beredar di pasaran. Namun bagi pasangan suami istri (pasutri) yang baru menikah, penting untuk tahu jenis-jenis kontrasepsi, kelebihan maupun kekurangannya.

Nah, Guru Besar Ilmu Obsteri dan Ginekologi FKUI, Prof. Dr. dr. Biran Affandi, SpOG(K) mengatakan bahwa kontrasepsi jangka panjang sangat dianjurkan bagi perempuan yang ingin membuat jarak kehamilan relatif lebih panjang.

"Kontrasepsi jangka panjang, peluang hamilnya paling rendah dibandingkan dengan metode kontrasepsi lainnya, kemungkinannya 1 banding 10.000," ujar Prof Biran pada temu media di Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Kontrasepsi jangka panjang sendiri terdiri dari IUD dan implan. Alat kontrasepsi IUD (Intrauterine Device) yang juga dikenal sebagai KB Spiral, merupakan kontrasepsi berbahan dasar plastik yang bentuknya seperti huruf T dan dimasukkan ke dalam rahim.

"Alat ini dapat digunakan selama 10-12 tahun. Cara kerja IUD menyebabkan sperma yang masuk menjadi lemas sehingga tidak bisa membuahi," tambah dia.

Sedangkan alat kontrasepsi implan atau biasa dikenal dengan sebutan susuk atau AKBK (Alat Kontrasepsi Bawah Kulit) berupa kapsul tipis yang fleksibel dan elastis dan ditanam di kulit lengan atas perempuan.

"Impan dapat digunakan tiga sampai lima tahun. Cara kerja Implan adalah dengan menekan ovulasi jadi sel telur tidak keluar. Hal ini dapat mengendalikan kehamilan," lanjutnya.

Ia menambahkan, kedua jenis alat kontrasepsi jangka panjang ini sangat aman dan minim efek samping. Pasalnya pemasangan IUD dan implan dilakukan dengan memasukkan alat kontrasepsi ke tubuh perempuan.

"Ditambah lagi, apabila ingin menambah anak tidak perlu menunggu lama setelah melepas IUD dan implan," jelasnya.

baca juga

Sebaliknya, jika Anda menggunakan alat kontrasepsi suntik dan pil, maka harus menunggu rentang waktu tertentu untuk mendapatkan kehamilan.

"Kalau menggunakan suntik dan ingin menambah anak harus menunggu selama sembilan bulan baru bisa hamil lagi karena efek dari dosis hormon yang tinggi dalam alat kontrasepsi jenis suntik," pungkas Prof Biran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jenis Kontrasepsi Ini Banyak Dipilih Perempuan Indonesia

Jenis Kontrasepsi Ini Banyak Dipilih Perempuan Indonesia

Health | Rabu, 26 April 2017 | 08:10 WIB

Risug, Kontrasepsi "Ajaib" Bagi Lelaki Ciptaan Ilmuwan India

Risug, Kontrasepsi "Ajaib" Bagi Lelaki Ciptaan Ilmuwan India

Tekno | Jum'at, 17 Februari 2017 | 16:43 WIB

Kapan Waktu Tepat untuk Program KB?

Kapan Waktu Tepat untuk Program KB?

Health | Kamis, 19 Januari 2017 | 20:55 WIB

Mitos Keliru Seputar Alat Kontrasepsi yang Perlu Anda Tahu

Mitos Keliru Seputar Alat Kontrasepsi yang Perlu Anda Tahu

Health | Kamis, 19 Januari 2017 | 20:09 WIB

Bentuk Alat Kontrasepsi Apa yang Tepat Bagi Ibu Baru Melahirkan?

Bentuk Alat Kontrasepsi Apa yang Tepat Bagi Ibu Baru Melahirkan?

Health | Kamis, 22 Desember 2016 | 22:10 WIB

Terkini

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×