Banten Belum Bebas Gizi Buruk, Swasta Turun Tangan

Chaerunnisa, Firsta Nodia

Rabu, 21 Juni 2017 | 11:37 WIB
Banten Belum Bebas Gizi Buruk, Swasta Turun Tangan
Tekan gizi buruk dengan berdonasi (Suara.com/Firsta)

Suara.com - Riskesdas 2013 melaporkan, Banten memiliki balita gizi kurang cukup tinggi di Indonesia, yakni mencapai 17 persen. Sedangkan Profil Kesehatan Banten (2012), mengungkap Kabupaten Tangerang menempati posisi kedua jumlah balita gizi buruk dan kurang, tertinggi di Banten. Sebanyak 1.579 balita masih mengalami gizi buruk, dan 11.989 balita mengalami gizi kurang.

Laporan ini cukup ironis mengingat jarak tempuh Provinsi Banten dan Ibu Kota yang hanya memakan waktu dua hingga tiga jam.

Untuk membantu pemerintah mengatasi kasus balita gizi buruk, donasi yang terkumpul dari pembelian Bakso Sumber Selera akan disalurkan untuk program pengentasan gizi buruk di Desa Tegal Angus, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

General Manager Operations PT Sumber Prima Anugerah Abadi Mumu Alqodir mengatakan, desa tersebut dipilih karena terhitung sebagai wilayah yang rentan persoalan gizi buruk.

"Target pengentasan gizi buruk adalah sebanyak 20 balita dan 20 ibu yang memiliki balita. Harapannya, program tersebut dapat meningkatkan berat badan balita minimal 20 persen serta menumbuhkan pengetahuan ibu, minimal 30 persen dari pretest ke postest," ujar Mumu dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com.

Lebih lanjut, Direktur Kemitraan PKPU Andjar Radite mengungkapkan, dukungan donasi dari Bakso Sumber Selera akan dialokasikan pada program "Sahabat Gizi Kita" (SAGITA). Program tersebut ditujukan dalam menanggulangi permasalahan kesehatan ibu dan anak yang masih memiliki nilai merah pada raport-nya.

"Pada program ini, kami akan menyelenggarakan intervensi gizi seimbang secara holistik guna memastikan periode emas 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dapat diraih dengan sebaik-baiknya," ujar Andjar.

Dalam implementasinya, program SAGITA dilaksanakan dalam tiga bagian kegiatan. Yaitu kegiatan harian berupa pemberian makanan tambahan rutin, kegiatan pekanan berupa kelas gizi, dan kegiatan bulanan berupa pemeriksaan tumbuh kembang balita dan kunjungan rumah.

Mumu mengatakan, keterlibatan pihaknya tak hanya sebatas penyerahan donasi. Selain itu, turut mengedukasi masyarakat Banten di program SAGITA, seperti pada kegiatan kelas Gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga 'home visit'.

"Sebagai penyedia makanan bergizi, kami juga ingin memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Kami berharap gerakan 'Berbagi Kelezatan' dapat diikuti dan direspon positif oleh masyarakat Indonesia," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tekan Kasus Gizi Buruk di Tangerang Sambil Berdonasi

Tekan Kasus Gizi Buruk di Tangerang Sambil Berdonasi

Health | Kamis, 08 Juni 2017 | 11:41 WIB

Cegah Balita Kurang Gizi, Ini yang Dilakukan UI

Cegah Balita Kurang Gizi, Ini yang Dilakukan UI

Health | Rabu, 18 Januari 2017 | 17:00 WIB

Kurang Gizi Bagi Lansia, Bisa Picu Stroke

Kurang Gizi Bagi Lansia, Bisa Picu Stroke

Health | Minggu, 05 Juni 2016 | 12:43 WIB

Tanpa Toilet, Anak-anak Lebih Terancam Akibat Kurang Gizi

Tanpa Toilet, Anak-anak Lebih Terancam Akibat Kurang Gizi

Health | Kamis, 19 November 2015 | 10:26 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×