Beri ASI Eksklusif, Otak Anak Lebih Cerdas

Chaerunnisa | Suara.com

Rabu, 02 Agustus 2017 | 08:51 WIB
Beri ASI Eksklusif, Otak Anak Lebih Cerdas
Ilustrasi ibu menyusui (Shutterstock)

Suara.com - Memutuskan untuk menyusui merupakan keputusan terbaik bagi setiap ibu dan anak. Pasalnya, pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu hal yang sebaiknya dilakukan seorang ibu untuk menjaga dan menunjang tumbuh kembang bayi. 

Banyak otoritas medis, termasuk American Academy of Pediatrics (AAP) dan American College of Obstetricians and Gynecologists, sangat menganjurkan bagi seorang ibu menyusui bayinya.

Namun, tahukah gambaran tentang menyusui dapat membantu Anda memutuskan untuk memberi ASI eksklusif bagi si buah hati.

Apa Manfaat Menyusui untuk Bayi Anda?

Dalam rangka Pekan ASI Sedunia yang bertepatan dengan tanggal 1 sampai 7 Agustus, ada beragam manfaat ASI Eksklusif yang diberikan ibu pada bayi.

ASI merupakan makanan yang paling sempurna untuk bayi yang baru lahir, karena sangat mudah dicerna bayi yang sistem pencernaannya masih sensitif serta memiliki kandungan zat gizi yang sangat kaya dan tepat untuk kebutuhan bayi. ASI juga dianggap sebagai pelindung bagi bayi agar tidak terkena berbagai penyakit infeksi yang rentan dialami oleh bayi.

Beberapa studi mengungkapkan, ASI menurunkan risiko bayi terkena penyakit infeksi akibat bakteri, parasit, jamur, dan virus. ASI yang pertama kali keluar, disebut kolostrum, memiliki kandungan IgA yaitu zat kekebalan yang tidak ada di dalam susu formula.

Kandungan ASI yang sangat tepat untuk kebutuhan bayi membuat ASI mudah diserap dan dicerna tubuh. ASI mengandung enzim pencernaan yang memudahkan penyerapan zat gizi di dalam tubuh bayi. Pemberian ASI juga menghindarkan bayi terkena penyakit kronis dan akut pada masa mendatang.

Karena itu, ASI merupakan cara terbaik untuk menjaga status kesehatan dan gizi anak. Jika setiap anak diberikan ASI eksklusif, setidaknya terdapat 800 juta jiwa anak selamat dari berbagai penyakit infeksi, malnutrisi, bahkan kematian dini.

Di dalam ASI, terkandung berbagai vitamin serta mineral yang dibutuhkan bayi untuk menunjang pertumbuhan perkembangannya. Bahkan, pemberian ASI juga berpengaruh pada kemampuan kognitif serta belajar anak hingga dewasa nanti, bagaimana bisa?

ASI berpengaruh pada kemampuan kognitif anak. Berbagai penelitian telah membuktikan manfaat pemberian ASI eksklusif pada bayi. ASI eksklusif merupakan pemberian ASI selama 6 bulan penuh tanpa memberikan makanan atau minuman apapun pada bayi selain ASI dan kemudian dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun namun diiringi dengan pemberian makanan pendamping ASI.

Penelitian lain juga menyatakan, bahwa anak yang diberikan ASI ekslusif selama 6 bulan tanpa ada pemberian makanan atau minuman apapun dan kemudian dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun diiringi dengan pemberian MP-ASI, memiliki IQ 4 hingga 5 poin lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang tidak diberikan ASI eksklusif. Bahkan penelitian tersebut melakukan perbandingan terhadap durasi pemberian ASI.

Anak yang hanya diberikan ASI 3 bulan pertama kehidupan memiliki IQ 2 poin lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang tidak diberikan ASI sama sekali. Sedangkan
pemberian ASI yang dilakukan selama 4-6 bulan diketahui mempunyai nilai IQ 3,8 lebih tinggi daripada anak yang hanya diberi ASI selama 3 bulan. Tetapi angka tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan anak yang mengonsumsi ASI ekslusif selama 6 bulan penuh dan melanjutkannya hingga umur 2 tahun.

ASI mengandung DHA yang penting untuk perkembangan otak anak. Berbagai studi telah menyatakan bahwa ASI memiliki dampak yang sangat baik dalam kelangsungan
hidup anak, terkait dengan status gizi, status kesehatan, serta perkembangan dan pertumbuhan anak.

ASI juga dapat menunjang perkembangan otak dan pertumbuhan bayi. Hasil analisis yang melibatkan berbagai penelitian, membuktikan bahwa ASI dapat meningkatkan fungsi kognitif anak. Hal ini salah satunya disebabkan karena ASI mengandung docosahexaenoic acid (DHA) dan arachidonic acid yaitu jenis asam lemak tidak jenuh ganda yang sangat baik untuk perkembangan otak anak.

Setiap ibu yang menghasilkan ASI memiliki kandungan DHA dan AA di dalam ASI-nya, tetapi setiap ibu memiliki kadar DHA dan AA yang berbeda-beda, tergantung dengan diet serta makanan yang dikonsumsi oleh ibu. Beberapa penelitian menyatakan bahwa ibu yang sering mengonsumsi makanan laut yang tinggi akan DHA, seperti ikan salmon dan ikan tuna, memiliki kandungan DHA yang lebih banyak dalam ASI-nya.

ASI juga mengandung berbagai komponen bioaktif esensial yang berguna untuk pertumbuhan serta perkembangan sistem saraf pusat. Komponen bioaktif yang berpengaruh
terhadap perkembangan otak yaitu, brain-derived neurotrophic factor (BDNF) dan glial cell-line derived neurotrophic factor (GDNF). Kedua komponen ini ditemukan pada ASI setidaknya setelah 90 hari setelah kelahiran.

Dalam sel tubuh bayi, GDNF dan BDNF meningkatkan perkembangan serta sistem pertahanan sel saraf pusat yang kemudian berpengaruh pada kerja otak bayi. (WebMD)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berperan Penting, Begini Cara Philips Ringankan Ibu Pekerja

Berperan Penting, Begini Cara Philips Ringankan Ibu Pekerja

Lifestyle | Selasa, 01 Agustus 2017 | 06:39 WIB

AIMI Pastikan Ibu Menyusui Terlindungi

AIMI Pastikan Ibu Menyusui Terlindungi

Health | Kamis, 27 Juli 2017 | 23:59 WIB

Selain Perlancar ASI, Torbangun Juga Bisa Atasi Diabetes

Selain Perlancar ASI, Torbangun Juga Bisa Atasi Diabetes

Health | Sabtu, 22 Juli 2017 | 22:59 WIB

Bayi 8 Bulan Diberi ASI Perah dan Air Putih, Bolehkah?

Bayi 8 Bulan Diberi ASI Perah dan Air Putih, Bolehkah?

Health | Jum'at, 21 Juli 2017 | 13:45 WIB

Ibu Menyusui Turunkan Risiko Kena Multiple Sclerosis

Ibu Menyusui Turunkan Risiko Kena Multiple Sclerosis

Health | Minggu, 16 Juli 2017 | 18:09 WIB

Ini yang Terjadi pada Gigi Anak Bila Beri ASI hingga Usia 2 Tahun

Ini yang Terjadi pada Gigi Anak Bila Beri ASI hingga Usia 2 Tahun

Health | Minggu, 02 Juli 2017 | 15:56 WIB

Menyusui Bisakah Pengaruhi Siklus Haid?

Menyusui Bisakah Pengaruhi Siklus Haid?

Health | Jum'at, 16 Juni 2017 | 18:52 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB