Sedihnya Lihat Bayi Ini Menangis karena Kekurangan Gizi

Chaerunnisa

Senin, 23 Oktober 2017 | 14:04 WIB
Sedihnya Lihat Bayi Ini Menangis karena Kekurangan Gizi
Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Gambaran mengerikan anak yang menderita gizi buruk menangis karena sakit saat berobat ke dokter di sebuah rumah sakit Suriah menunjukkan betapa suramnya situasi di negara yang dilanda perang tersebut, saat ini.

Anak itu digambarkan dibawa oleh seorang perawat di sebuah klinik di Kota Hamouria yang dikuasai pemberontak, di wilayah timur pinggiran Ibu Kota Damaskus. Beratnya hanya empat kilogram, dan tidak diketahui berapa umurnya.

Kondisi kekurangan gizi ini terjadi setahun setelah gambar Omran Daquneesh merebut hati ribuan orang di seluruh dunia saat dia digambarkan penuh darah dan debu setelah rumahnya dibom di Aleppo.

Kakak laki-lakinya yang berusia 10 tahun, Ali, terbunuh dalam serangan bom pada tahun 2016. Omran menjadi peringatan mengerikan tentang penderitaan mengerikan yang dihadapi anak-anak Suriah dari hari ke hari. Sejak saat itu, dia telah dipertemukan kembali dengan keluarganya dan namanya berubah, dan gaya rambutnya membuat orang tidak menyakitinya.

Perang yang sedang berlangsung di Suriah telah merenggut ratusan ribu nyawa, termasuk perempuan dan anak-anak. Selain itu, telah membuat lebih dari setengah populasi kehilangan tempat tinggal dalam tujuh tahun terakhir.

Petugas medis di rumah sakit dan klinik kesehatan di Ghouta Timur mengatakan, mereka memeriksa puluhan anak-anak yang kekurangan gizi setiap hari, dan jumlahnya terus meningkat. Seseorang mengalami kesulitan bernapas, yang lain memiliki tabung makanan di mulutnya, dan yang lainnya memiliki perban yang melilit lengan mungilnya.

"Dari jumlah tersebut, 80 orang menderita gizi buruk akut, 200 menderita malnutrisi akut sedang, dan sekitar 4000 orang menderita kekurangan gizi," kata Yahya Abu Yahya, dokter dan kepala dinas medis untuk LSM Sosial Irlandia yang memiliki beberapa pusat kesehatan di Ghouta, mengatakan pusat kelompok tersebut telah memeriksa 9.700 anak-anak dalam beberapa bulan terakhir.

Dana anak-anak PBB UNICEF mendefinisikan 'malnutrisi akut parah' sebagai bentuk kekurangan gizi paling ekstrim dan menjadi fakta yang menghiasi hari-hari di Ghouta, saat ini.

"Wajahnya adalah anak kecil, rapuh dan skeletal, yang membutuhkan perawatan mendesak untuk bertahan hidup," imbuhnya.

baca juga

Abu Yahya mengatakan, banyak anak di Ghouta Timur menderita, "Kekurangan gizi, migrain, masalah penglihatan, depresi, hingga masalah psikologis."

Menurut angka PBB, sekitar 400 ribu orang tinggal di bagian-bagian yang terkepung di Suriah, mayoritas di Ghouta Timur. Meski ada kesepakatan mengenai zona de-eskalasi yang didukung oleh pendukung rezim Rusia dan Iran dan sponsor pemberontak Turki, wilayah tersebut masih memiliki akses bantuan yang sangat terbatas. Abu Yahya mengatakan, daerah tersebut tidak menerima makanan dasar yang dibutuhkan anak-anak, seperti gula, sumber protein dan vitamin.

Menurut PBB, sebuah konvoi yang membawa makanan dan bantuan medis untuk sekitar 25 ribu orang memasuki tiga wilayah yang dikepung di Ghouta Timur, pada 23 September waktu setempat. Namun, Abu Yahya mengatakan, bantuan apa yang sampai ke wilayah tersebut mencakup hanya lima sampai 10 persen kebutuhan anak-anak yang kekurangan gizi.

Sahar merupakan korban terakhir dari krisis pangan di Ghouta Timur. Pada hari Minggu, ayahnya membawa anak bertubuh sangat kecil itu ke kuburannya. Di belakangnya, saudara-saudara berjalan bersama ibu Sahar, hampir pingsan karena sedih. (Metro)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Entaskan Gizi Buruk, KPAD Terus Berikan Pendampingan pada Anak

Entaskan Gizi Buruk, KPAD Terus Berikan Pendampingan pada Anak

Health | Senin, 21 Agustus 2017 | 06:40 WIB

Waspada! Anak Sulit Sarapan Risiko Kekurangan Gizi Menghantui

Waspada! Anak Sulit Sarapan Risiko Kekurangan Gizi Menghantui

Health | Jum'at, 18 Agustus 2017 | 05:00 WIB

Entaskan Gizi Buruk di Tangerang, 5 Kader Diberi Pelatihan

Entaskan Gizi Buruk di Tangerang, 5 Kader Diberi Pelatihan

Health | Jum'at, 28 Juli 2017 | 09:58 WIB

Kasus Gizi Buruk, Indonesia Urutan Ke-108 Terbanyak di Dunia

Kasus Gizi Buruk, Indonesia Urutan Ke-108 Terbanyak di Dunia

Health | Kamis, 20 Juli 2017 | 15:53 WIB

Baru Sembilan Kota di Indonesia Bebas Masalah Gizi

Baru Sembilan Kota di Indonesia Bebas Masalah Gizi

Health | Sabtu, 19 Maret 2016 | 13:17 WIB

Studi: Hidup Sendirian Berisiko Kurang Gizi

Studi: Hidup Sendirian Berisiko Kurang Gizi

Health | Rabu, 11 November 2015 | 06:39 WIB

Kekurangan Gizi, Anak 9 Tahun Berupa Seperti Balita

Kekurangan Gizi, Anak 9 Tahun Berupa Seperti Balita

Health | Minggu, 01 Maret 2015 | 18:02 WIB

Ini Penyebab Anak Indonesia Kurang Gizi

Ini Penyebab Anak Indonesia Kurang Gizi

Health | Selasa, 10 Februari 2015 | 07:51 WIB

Terkini

Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi

Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi

Jogja | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Keker ke Langit di Tengah Demo Mahasiswa, Sosok Diduga Intel Bawa Drone Jammer Berharga Fantastis

Keker ke Langit di Tengah Demo Mahasiswa, Sosok Diduga Intel Bawa Drone Jammer Berharga Fantastis

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos

Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan

Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?

Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:08 WIB

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:04 WIB

Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026

Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit

Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit

Riau | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Pendakian Gunung Gede Ditutup hingga 31 Agustus, TNGGP Pastikan Kondisi Pascakebakaran

Pendakian Gunung Gede Ditutup hingga 31 Agustus, TNGGP Pastikan Kondisi Pascakebakaran

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:02 WIB

×