Bumil Bertubuh Pendek Bisa Alami Banyak Komplikasi

Chaerunnisa, Dinda Rachmawati

Selasa, 14 November 2017 | 00:21 WIB
Bumil Bertubuh Pendek Bisa Alami Banyak Komplikasi
Ilustrasi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Benarkah tinggi ibu hamil, akan memengaruhi kelahiran bayi? Hal ini coba dijawab oleh para ilmuan, yang memelajari 3.000 perempuan. Hasilnya, cukup mengejutkan, di mana ada hubungan yang menarik antara ibu hamil yang memiliki postur tubuh pendek dengan kelahiran bayi prematur.

Mereka menyimpulkan, bahwa selain masalah genetika, nutrisi, kebiasaan dan gaya hidup, tinggi ibu, juga memengaruhi kelahiran.

Meski begitu, studi ini mengatakan bahwa perempuan tidak perlu terlalu khawatir karena memiliki postur tubuh pendek saat mereka hamil, asalkan mereka melakukan perawatan prenatal yang tepat.

Selain itu, kata para ahli, seorang perempuan di bawah 5 kaki, yang dianggap memiliki postur tubuh pendek juga sering bermasalah terkait kelahiran normal.

Namun, pendek menurut ahli satu dengan lainnya memiliki perbedaan. Satu hal yang perlu ditekankan adalah, bahwa tidak semua perempuan yang memiliki tinggi di bawah 5 kaki, tidak bisa melakukan persalinan normal. Ada banyak kasus di mana, mereka berhasil.

Hanya saja, ada kemungkinan komplikasi kehamilan lain yang lebih tinggi, jika seorang ibu memiliki tinggi di bawah 5 kaki. Berikut adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi jika ibu hamil memiliki postu tubuh pendek, seperti dilansir dari Boldsky:

1. Kelahiran prematur

Kelahiran prematur adalah komplikasi pertama yang bisa terjadi pada ibu hamil yang memiliki postur tubuh pendek. Bayi yang lahir sebelum 37 minggu dianggap lahir prematur, yang mungkin memiliki masalah dengan pernapasan dan pencernaan. Sebuah penelitian yang dilakukan pada beberapa perempuan mengatakan, bahwa ketinggian ibu mempengaruhi durasi mereka mengandung.

2. Hilangnya cephalopelvic

baca juga

Ini adalah kondisi medis di mana kepala bayi tidak sebanding dengan panggul ibu untuk persalinan normal. Dalam kebanyakan kasus, sangat mungkin kepala bayi lebih besar untuk melewati jalan lahir. Hal ini bisa terjadi pada perempuan yang lebih pendek, karena mereka cenderung memiliki pelvis kecil dibandingkan dengan yang lain.

3. Fistula obstetrik

Fistula obstetrik adalah lubang yang terbentuk antara vagina dan saluran kemih atau rektum. Kulit di antara kedua organ tersebut secara harfiah memberi jalan untuk menciptakan sebuah lorong. Bila bayi terlalu besar untuk jalan lahir dan jika dia terlalu lama mengalami dorongan saat melahirkan, kemungkinan kerusakan jaringan lebih tinggi. Probabilitas fistula obstetrik lebih tinggi pada perempuan yang lebih pendek.

3. Berat lahir dan tinggi bayi yang rendah

Karena ukuran rahim dan pelvis lebih kecil untuk perempuan yang lebih pendek, bayi tidak mendapatkan cukup ruang untuk berkembang dan ini membuat bayi menjadi kecil. Hal ini mempengaruhi berat badan dan bahkan mungkin tingginya pertumbuhan bayi.

4. Episiotomi

Meski episiotomi bukanlah komplikasi, namun hal ini akan dilakukan pada kebanyakan perempuan, terutama saat persalinan pertama. Sayatan kecil akan dibuat antara vagina dan anus untuk membantu kepala bayi keluar. Sayatan yang dibuat pasti akan lebih dalam untuk perempuan yang lebih pendek dan butuh waktu yang lebih lama untuk sembuh.

5. Kesusahan janin

Karena proses persalinan yang berkepanjangan, janin mungkin akan merasa tidak nyaman di dalam rahim dan kadang-kadang, janin mungkin gagal menerima jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Tapi, kondisi ini sangat jarang terjadi.

6. Perdarahan yang berlebihan

Jumlah tekanan pada perempuan yang lebih pendek saat proses melahirkan normal lebih tinggi, karena ada sedikit ruang bagi bayi untuk keluar. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan di vagina dan bisa menyebabkan perdarahan yang berlebihan dari biasanya.

7. Cara mengurangi kemungkinan komplikasi?
Postur tubuh ibu hanyalah salah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi kehamilan. Tidak banyak yang bisa dilakukan untuk meningkatkan tinggi badan, yang sebagian besar didasarkan pada gen. Tapi, ada kasus dimana ketinggian terhambat karena kekurangan nutrisi di masa kanak-kanak.

Jadi, ibu harus merawat anak mereka dengan makanan yang tepat. Pada saat hamil, lebih baik berkonsentrasi pada faktor lain untuk membuat proses menjadi lebih mudah. Seperti asupan makanan yang tepat, kenaikan berat badan yang tepat, olah raga yang rutin, dan jeda waktu 18-23 bulan antara kehamilan, dan lain sebagainya. (Boldsky)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inilah Kebutuhan yang Wajib Ada Saat Hamil

Inilah Kebutuhan yang Wajib Ada Saat Hamil

Lifestyle | Kamis, 09 November 2017 | 20:00 WIB

Memilih Jenis Folat yang Tepat untuk Ibu Hamil

Memilih Jenis Folat yang Tepat untuk Ibu Hamil

Health | Kamis, 02 November 2017 | 17:53 WIB

Sembarang Minum Obat saat Hamil, Waspada Bayi Lahir Katarak

Sembarang Minum Obat saat Hamil, Waspada Bayi Lahir Katarak

Health | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 19:15 WIB

Ibu Hamil Jangan Sembarangan Pakai Produk Perawatan Kulit!

Ibu Hamil Jangan Sembarangan Pakai Produk Perawatan Kulit!

Health | Kamis, 26 Oktober 2017 | 10:14 WIB

Terkini

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

×