Kakek dan Nenek Cenderung Tularkan Kebiasaan Negatif pada Anak?

Ririn Indriani, Risna Halidi

Jum'at, 17 November 2017 | 21:00 WIB
Kakek dan Nenek Cenderung Tularkan Kebiasaan Negatif pada Anak?
Ilustrasi kakek, nenek dan cucu. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi dari University of Glasgow, yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One menunjukkan bahwa kakek dan nenek cenderung untuk memanjakan dan memberi makan anak berlebihan.

Studi tersebut juga menemukan bahwa beberapa dari mereka terbiasa merokok di depan cucu dan tidak membiasakan gaya hidup sehat seperti olahraga.

Peneliti melihat 56 data penelitian dari 18 negara, termasuk Inggris, AS, China dan Jepang. Laporan tersebut kemudian berfokus pada potensi pengaruh kakek-nenek yang signifikan meski bukan pengasuh primer pada tahun-tahun awal perkembangan anak.

Tiga hal yang menjadi pertimbangan dalam penelitian ini adalah diet dan berat badan, aktivitas fisik, dan merokok.

Dari segi diet dan berat badan, laporan tersebut menyimpulkan bahwa perilaku kakek dan nenek memiliki efek buruk pada anak dan dituduh kerap menggunakan makanan sebagai alat emosional.

Studi tersebut juga menemukan fakta bahwa cucu terlalu sedikit olahraga saat berada di bawah asuhan kakek dan nenek mereka.

Tingkat aktivitas fisik sendiri sangat terkait dengan apakah kakek-neneknya aktif, atau apakah ada ruang yang sesuai di mana anak-anak beraktifitas.

Selain itu, merokok di sekitar anak-anak juga menjadi kebiasaan tidak disengaja yang sering dilakukan oleh seorang kakek dan nenek.

"Dari penelitian yang kami lihat, tampak bahwa orangtua sering merasa sulit untuk mendiskusikan masalah merokok pasif. Meskipun hasil dari tinjauan ini jelas bahwa perilaku seperti paparan terhadap rokok meningkatkan risiko kanker saat anak-anak tumbuh dewasa, namun juga jelas dari bukti bahwa risiko ini tidak disengaja," kata peneliti utama, Dr Stephanie Chambers.

Menurut Grandparents Plus, seperti yang Suara.com kutip dari BBC, kakek dan nenek adalah figur "penyedia perawatan anak informal" terbesar di Inggris yang perlu mendapatkan dukungan lebih baik.

"Apa yang ditunjukkan oleh penelitian ini adalah bahwa peran yang dimainkannya dalam kehidupan anak-anak perlu diakui dan didukung dengan lebih baik," kata Lucy Peake, Direktur Grandparents Plus.

Prof Linda Bauld, dari Cancer Research UK yang sebagian mendanai penelitian tersebut juga mengatakan bahwa merokok dan obesitas menjadi dua penyebab kanker terbesar yang dapat dicegah di Inggris. Maka dari itu menurutnya, penting bagi seluruh keluarga untuk bekerja sama mengurangi masalah tersebut.

"Jika kebiasaan sehat dimulai di awal kehidupan, lebih mudah melanjutkannya sebagai orang dewasa," kata Linda.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pucuk Cool Jam 2018 Gali Bakat Bermusik Anak Sekolah 'Zaman Now'

Pucuk Cool Jam 2018 Gali Bakat Bermusik Anak Sekolah 'Zaman Now'

Health | Selasa, 31 Oktober 2017 | 11:01 WIB

Begini Reaksi Ibu di Seluruh Dunia Saat Bayinya Menangis

Begini Reaksi Ibu di Seluruh Dunia Saat Bayinya Menangis

Health | Selasa, 24 Oktober 2017 | 11:32 WIB

Jangan Suka Memuji Anak Pintar, Ini Alasannya

Jangan Suka Memuji Anak Pintar, Ini Alasannya

Health | Sabtu, 21 Oktober 2017 | 12:52 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×