Begini Reaksi Ibu di Seluruh Dunia Saat Bayinya Menangis

Ririn Indriani, Risna Halidi

Selasa, 24 Oktober 2017 | 11:32 WIB
Begini Reaksi Ibu di Seluruh Dunia Saat Bayinya Menangis
Ilustrasi ibu sedang menenangkan bayinya yang menangis. (Shutterstock)

Suara.com - Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa kehamilan dapat mengubah struktur otak perempuan setidaknya selama dua tahun di area yang mengatur pemahaman pikiran, perasaan, kepercayaan dan niat orang lain.

Kini, sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal PNASsuggests mengungkapkan bahwa otak ibu di seluruh dunia juga beradaptasi sehingga ibu dapat dengan cepat merespons tangisan bayi. Bahkan dikatakan bahwa respons otak mereka berbeda dengan perempuan yang tidak atau belum memiliki anak.
 
Periset dari National Institutes of Health mengamati perilaku 684 ibu yang memiliki bayi berusia sekitar 5 bulan di Amerika Utara dan Selatan, tiga negara di Eropa Barat, dua di sub-Sahara Afrika, satu di Timur Tengah dan dua di Asia Timur. 
 
Ibu di semua tempat itu lebih mungkin daripada tidak untuk kemudian melakukan hal yang sama saat bayi mereka menangis. Mereka akan menjemput mereka, menahan mereka dan berbicara dengan mereka. Terkadang, meski jarang, mereka menunjukkan kasih sayang, dan mengalihkan perhatian mereka.
 
Para periset kemudian memantau otak ibu baru yang berasal dari Amerika Serikat dan ibu berpengalaman di China dan Italia. Peneliti menemukan bahwa pada kedua tingkat pengalaman, tanggapan ini terkait secara mendalam dengan sistem saraf pada tingkat yang biasanya terkait dengan naluri. 
 
"Parental caregiving memadukan pembelajaran dan intuisi," tulis penulis dalam penelitian tersebut. "Beberapa aspek mengasuh anak dipelajari, seperti melalui budaya, tapi orangtua juga bergantung pada naluri mereka dalam perawatan."
 
Ketika ibu mendengar bayi mereka menangis, area otak yang diaktifkan adalah benda yang biasanya dikaitkan dengan niat untuk bergerak dan berbicara, dengan produksi ucapan dan dengan rangsangan pendengaran. Dengan kata lain, tangisan bayi memicu otak ibu untuk bergerak dan bersiap untuk berbicara, bahkan sebelum ibu-ibu itu harus memproses apa yang sedang terjadi dan apa yang perlu dilakukan. 
 
"Kami telah melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa dalam 100 milidetik onset tangisan bayi, perempuan menunjukkan respons yang digerakkan oleh motor yang dikaitkan dengan gerakan lengan," kata Dr. Marc Bornstein, kepala penelitian anak dan keluarga di Institut Anak Nasional Kesehatan dan Pembangunan Manusia sekaligus penulis utama studi ini.
 
Apaka semua manusia menanggapi tangisan bay? Tidak terlalu. Studi tersebut menemukan bahwa dibandingkan dengan perempuan yang tidak memiliki anak, seorang ibu menunjukkan tanggapan saraf yang lebih jelas di area otak yang terlibat dalam pemrosesan emosional sebagai respons terhadap teriakan bayi. 
 
Para periset menduga bahwa seorang ibu memahami tangisan bayi sebagai "sinyal penting secara emosional," yang harus mereka respons langsung. Kesamaan respon di berbagai budaya, dan fakta bahwa perubahan otak terdeteksi dalam tiga bulan setelah melahirkan, menunjukkan bahwa ini adalah sistem built-in untuk melindungi manusia yang paling rentan.
 
Ibu akan merasa lebih nyaman jika mereka tidak tahu pasti mengapa bayi mereka menangis, dan ketika mereka menjemput si bayi dan berbicara dengan mereka, seorang ibu akan melakukan hal-hal yang dilakukan ibu-ibu lain di seluruh dunia.
 
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bunda Jangan Panik, Bayi Menangis Ada Lima Manfaat

Bunda Jangan Panik, Bayi Menangis Ada Lima Manfaat

Health | Rabu, 21 Juni 2017 | 06:51 WIB

Bayi Paling Rewel di Dunia Ada di Negara Ini

Bayi Paling Rewel di Dunia Ada di Negara Ini

Health | Selasa, 04 April 2017 | 19:35 WIB

Tangisan Bayi Tak Selalu Bermakna Lapar

Tangisan Bayi Tak Selalu Bermakna Lapar

Health | Minggu, 18 September 2016 | 12:52 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×