Sudah Ratusan Orang Jepang Terinfeksi "Bakteri Pemakan Daging"

Arsito Hidayatullah

Selasa, 26 Desember 2017 | 06:39 WIB
Sudah Ratusan Orang Jepang Terinfeksi "Bakteri Pemakan Daging"
Penampakan bakteri Streptococcus pyogenes atau streptococcus grup A. [CDC]

Suara.com - Ratusan orang Jepang dilaporkan telah terinfeksi apa yang disebut sebagai "bakteri pemakan daging" sepanjang 2017. Ini adalah wabah yang masih cukup membingungkan sejauh ini, padahal berpotensi mematikan.

Secara total, sebanyak 525 pasien dengan streptococcal toxic shock syndrome (STSS) telah tercatat setidaknya hingga 10 Desember lalu. Sebagaimana dilaporkan Independent, angka yang merupakan rekor tertinggi sejak 1999 lalu ini berdasarkan data dari National Institute of Infectious Diseases (NIID).

Jumlah pasien dengan STSS sendiri memang meningkat dari tahun ke tahun, namun penyebab kenaikan itu masih belum diketahui. Sebagai catatan, jumlah pasien dengan STSS pada 2013 lalu baru sebanyak 203 orang.

STSS yang tercatat berakibat fatal pada hampir satu di antara tiga kasusnya, disebut menghancurkan jaringan (tubuh) dan dapat menyebabkan kematian dalam hitungan hari saja.

Infeksi ini sendiri kadang juga disebut sebagai Sindrom Seperti Kejutan Beracun (TSLS). Penyakit ini pada umumnya disebabkan oleh bakteri bernama Streptococcus pyogenes, atau biasa dikenal dengan streptococcus grup A.

NIID bahkan telah memperingatkan bahwa penderita bisa meninggal dalam hitungan jam. Pendorongnya bisa karena gagal fungsi sejumlah organ dalam, maupun gejala lain sejak tubuh memasuki periode kritis dalam waktu singkat.

Kendati diyakini bahwa STSS berawal dari cedera pasien yang kemudian terkena infeksi, ada banyak pula kasus di mana jalur infeksinya masih misterius.

Sementara, selain streptococcus grup A, ada pula beberapa bakteri lain seperti streptococcus grup G yang dianggap menjadi penyebab varietas berbahaya dan mengancam jiwa dari penyakit ini.

"Diketahui bahwa (saat ini) ada makin banyak pasien STSS yang terinfeksi bakteri selain streptococcus grup A," ungkap Ken Kikuchi, profesor bidang penyakit menular di Tokyo Women’s Medical University, seperti ditulis Asahi Shimbun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lima Kasus Kesehatan Teraneh Sepanjang 2017

Lima Kasus Kesehatan Teraneh Sepanjang 2017

Health | Kamis, 21 Desember 2017 | 11:30 WIB

Duh, Es Batu Tak Higienis Bisa Picu Risiko Ini

Duh, Es Batu Tak Higienis Bisa Picu Risiko Ini

Health | Kamis, 21 Desember 2017 | 08:10 WIB

Bakteri Kotak Teh Celup di Kantor 17 Kali Melebihi Toilet

Bakteri Kotak Teh Celup di Kantor 17 Kali Melebihi Toilet

Health | Selasa, 12 Desember 2017 | 08:13 WIB

Terkini

Putusan MK Jadi Rujukan, Polri Mulai Usut Dugaan Ijazah Palsu Gibran

Putusan MK Jadi Rujukan, Polri Mulai Usut Dugaan Ijazah Palsu Gibran

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:01 WIB

Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Masih Terjaga, Pede Kuat Sampai Akhir Tahun

Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi RI Masih Terjaga, Pede Kuat Sampai Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 14:00 WIB

Smartphone Photography: Rahasia Foto Profesional Tanpa Peralatan Mahal

Smartphone Photography: Rahasia Foto Profesional Tanpa Peralatan Mahal

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:00 WIB

Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar, Teknologi BRIN Berpotensi Tekan Emisi 79 Persen

Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar, Teknologi BRIN Berpotensi Tekan Emisi 79 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:00 WIB

PTPP Raih Kontrak Proyek EPC Dermaga 11 Pupuk Kaltim Senilai Rp400 Miliar

PTPP Raih Kontrak Proyek EPC Dermaga 11 Pupuk Kaltim Senilai Rp400 Miliar

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:59 WIB

Singapura Janji Lebih Galak Soal Kabut Asap Kebakaran Hutan saat Jadi Ketua ASEAN 2027

Singapura Janji Lebih Galak Soal Kabut Asap Kebakaran Hutan saat Jadi Ketua ASEAN 2027

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:55 WIB

Jangan Asal Instal, Ini 6 Cara Cek File APK Aman Sebelum Dipasang di HP Android

Jangan Asal Instal, Ini 6 Cara Cek File APK Aman Sebelum Dipasang di HP Android

Tekno | Selasa, 03 November 2026 | 13:50 WIB

Anti Ngembang! Ini 5 Rekomendasi Protein Cream Penjinak Rambut

Anti Ngembang! Ini 5 Rekomendasi Protein Cream Penjinak Rambut

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:50 WIB

Ciri-ciri Sepatu Adidas Spezial Original, Ini Cara Membedakan dengan yang KW

Ciri-ciri Sepatu Adidas Spezial Original, Ini Cara Membedakan dengan yang KW

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:50 WIB

Clarentia Prameta: Berkarya Melampaui Batas, Menghidupi Musik dan Pendidikan

Clarentia Prameta: Berkarya Melampaui Batas, Menghidupi Musik dan Pendidikan

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:47 WIB

×