Beda Penyakit Jantung Koroner dan Gangguan Irama Jantung

Vania Rossa, Firsta Nodia

Selasa, 30 Januari 2018 | 14:09 WIB
Beda Penyakit Jantung Koroner dan Gangguan Irama Jantung

Suara.com - Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu jenis penyakit jantung, penyakit penyebab kematian yang paling banyak di dunia. Namun, disampaikan dr. Antono Sutandar, SpJP(K) selaku Wakil Chairman Siloam Heart institute (SHI), penyakit jantung bukan hanya PJK. Ada banyak jenis penyakit jantung lainnya, dan yang paling banyak diidap adalah kelainan irama jantung dan PJK.

Gangguan irama jantung atau Atrial Fibrilasi (AF) merupakan keiainan irama jantung kamar atas (atrium). Salah satu gejala AF yang paling mudah dikenali, kata dr. Antono adalah detak jantung yang tidak teratur secara tiba-tiba meski seseorang tidak sedang menjalani aktivitas tertentu.

"Detak jantung ini bisa cepat, lambat, atau kombinasi cepat dan lambat. Kalau detak jantung 120 per menit dalam kondisi tidak ada aktivitas harus diwaspadai," ujar dr. Antono pada temu media di Siloam Hospital Kebon Jeruk, Selasa (30/1/2018).

Ia menambahkan, jika gangguan irama jantung itu cepat dapat disertai dengan keluhan gagal jantung, seperti sesak napas dan cepat lelah. Jika lambat disertai dengan keluhan seperti mau pingsan dan kehilangan kesadaran sementara.

Ilustrasi virtual image jantung dengan kardiogram. (Shutterstock)

"Pencetus kelainan irama jantung dapat berupa kelainan tiroid, kelainan atrium yang membesar akibat hipertensi, kelainan katup jantung, atau jantung yang lemah; dan sebagian kecil disebabkan oleh kelainan genetik,” tambah dia.

Sedangkan PJK, lanjut dr. Antono lebih disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner jantung yang membuat jantung kekurangan oksigen dan nutrisi untuk memompa darah. Penyempitan atau penyumbatan ini terjadi karena adanya proses penumpukan lemak di dinding pembuluh darah yang berlangsung secara bertahap.

"Keluhan penderita penyakit jantung koroner bervariasi, umumnya berupa nyeri dada yang dirasakan di daerah bawah tulang dada agak ke sebelah kiri dengan rasa seperti beban berat, ditusuk-tusuk, rasa terbakar yang kadang menjalar ke rahang, lengan kiri, dan ke belakang punggung, serta disertai keringat yang banyak,” tambah dia.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Maizul Anwar, SpBTKV selaku chaiman SHI mengatakan, untuk mengatasi penyakit jantung koroner, dapat dilakukan pemasangan stent atau Percutaneous Coronary intervention (PCI) untuk melebarkan penyempitan pembuluh darah koroner jantung. Tindakan ini dilakukan melalui kateterisasi.

baca juga

"Jumlah stent yang dipasang bergantung pada kondisi penyempitan pembuluh darah pasien. Tindakan ini biasanya dilakukan ketika obat-obatan sudah tidak bisa melebarkan pembuluh darah yang menyempit," tambah dia.

Namun pada kondisi dimana jumlah pembuluh darah yang menyempit terlalu banyak, dr. Maizal menganjurkan tindakan operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG) untuk membuat pembuluh darah baru.

"Pembuluh darah baru akan melewati pembuluh darah koroner yang menyempit sehingga otot-otot jantung mendapat pasokan darah yang cukup untuk kebutuhan kerja jantung,” tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasien Fibrilasi Atrium Juga Berisiko Alami Stroke

Pasien Fibrilasi Atrium Juga Berisiko Alami Stroke

Health | Rabu, 24 Januari 2018 | 18:47 WIB

Aritmia, Sensasi Tidak Menyenangkan dari Denyut Jantung

Aritmia, Sensasi Tidak Menyenangkan dari Denyut Jantung

Health | Rabu, 24 Januari 2018 | 17:46 WIB

Risiko Penyakit Jantung Meningkat Lewat Riwayat Keluarga

Risiko Penyakit Jantung Meningkat Lewat Riwayat Keluarga

Health | Minggu, 14 Januari 2018 | 13:45 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Tegaskan Pelantikan Pejabat Era Purbaya Tetap Sah

Menkeu Suahasil Tegaskan Pelantikan Pejabat Era Purbaya Tetap Sah

Video | Senin, 21 September 2026 | 18:48 WIB

Dipimpin Dasco, DPR-Pemerintah Sepakati RUU Reforma Agraria Lanjut ke Paripurna

Dipimpin Dasco, DPR-Pemerintah Sepakati RUU Reforma Agraria Lanjut ke Paripurna

News | Senin, 21 September 2026 | 18:46 WIB

Tolak Gelar Pahlawan Soeharto, Korban Tragedi Tanjung Priok 1984 Bersaksi di PTUN

Tolak Gelar Pahlawan Soeharto, Korban Tragedi Tanjung Priok 1984 Bersaksi di PTUN

News | Senin, 21 September 2026 | 18:46 WIB

7 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Pengganti Foundation Harian

7 Rekomendasi Tinted Sunscreen Lokal Pengganti Foundation Harian

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 18:45 WIB

Ketika Estetika Membuat Barang Kehilangan Umur Pakainya

Ketika Estetika Membuat Barang Kehilangan Umur Pakainya

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 18:42 WIB

Tim Tenis Indonesia Tunduk 0-4 dari Rumania di Ajang Piala Davis 2026

Tim Tenis Indonesia Tunduk 0-4 dari Rumania di Ajang Piala Davis 2026

Video | Senin, 21 September 2026 | 18:40 WIB

Ulasan Your Lie in April: Tentang Belajar Hidup sebelum Semuanya Terlambat

Ulasan Your Lie in April: Tentang Belajar Hidup sebelum Semuanya Terlambat

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 18:40 WIB

Polda Metro Usut Kasus Mafia Tanah PTSL Bogor: Beda dengan KPK

Polda Metro Usut Kasus Mafia Tanah PTSL Bogor: Beda dengan KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 18:36 WIB

BPK Temukan Masalah di Tapera, 543 Rumah Tak Dimanfaatkan

BPK Temukan Masalah di Tapera, 543 Rumah Tak Dimanfaatkan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 18:35 WIB

Api Hanguskan Deretan Kontainer ISO Tank di Terminal NPCT 1 Priok, 14 Unit Damkar Diterjunkan

Api Hanguskan Deretan Kontainer ISO Tank di Terminal NPCT 1 Priok, 14 Unit Damkar Diterjunkan

News | Senin, 21 September 2026 | 18:34 WIB

×