Anak Prematur Kesulitan Mendapat Teman?

Ardi Mandiri | Risna Halidi | Suara.com

Minggu, 11 Februari 2018 | 15:30 WIB
Anak Prematur Kesulitan Mendapat Teman?
Ilustrasi bayi prematur. (Shutterstock)

Suara.com - Menurut penelitian dari University of Warwick, anak prematur kesulitan mendapat teman dan bersosialisasi di masa kanak-kanak.

"Memiliki teman, lalu bermain dengan mereka dan merasa diterima, merupakan hal penting untuk mendukung kehidupan sosial dan kesejahteraan pribadi," kata Profesor Dieter Wolke, dari University of Warwick di Inggris.

Karena kata Wolke, memiliki sedikit teman akan membuat seseorang merasa kurang diterima dan kesepian serta meningkatkan risiko diintimidasi nantinya.

Untuk penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Pediatrics, peneliti dari Inggris menganalisis lebih dari 1.000 anak-anak.

Dari jumlah tersebut, 179 orang lahir sangat prematur (usia gestasi di bawah 32 minggu), 737 lahir saat usia kandungan sedang-ke-akhir prematur (lahir antara 32 hingga
36 minggu) dan 231 bayi lahir tidak prematur (lahir antara usia 37 hingga 41 minggu).

Para peneliti kemudian bertanya kepada orangtua dan anak-anak tentang berapa banyak teman yang dimiliki anak-anaknya dan seberapa sering mereka bermain.

Anak-anak dan orangtua juga diminta melengkapi kuis gambar untuk menentukan bagaimana perasaan mereka terhadap teman mereka.

Hasilnya, anak-anak yang lahir sangat prematur melaporkan memiliki rata-rata empat teman. Sementara anak-anak yang lahir tidak prematur rata-rata memiliki lima teman saat menginjak usia enam tahun. 

Namun, kondisi tersebut mulai berubah setelah mereka duduk di sekolah dasar, di mana anak lahir prematur bisa bertemu lebih banyak teman dan lebih diterima oleh teman sebaya.

"Meskipun sebagian besar anak-anak prematur dapat mengejar rekan-rekan mereka selama sekolah dasar, intervensi masa depan untuk memperbaiki persahabatan dan keterampilan interaksi sosial harus dimulai sebelum masuk sekolah untuk mencegah masalah psikopatologi dan perilaku lain dikemudian hari," kata Wolke menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Lahir Prematur, Ayah Lebih Stres dari Ibu

Anak Lahir Prematur, Ayah Lebih Stres dari Ibu

Health | Kamis, 07 Desember 2017 | 06:38 WIB

Bayi Lahir Prematur, Periksa Matanya!

Bayi Lahir Prematur, Periksa Matanya!

Health | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 19:00 WIB

Bayi Prematur, Waspadai Risiko Kebutaan

Bayi Prematur, Waspadai Risiko Kebutaan

Health | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 18:47 WIB

Cuaca Panas Sebabkan Perempuan Melahirkan Prematur?

Cuaca Panas Sebabkan Perempuan Melahirkan Prematur?

Health | Kamis, 10 Agustus 2017 | 11:02 WIB

Kafein, Tingkatkan Kemampuan Bernapas & Fungsi Paru Bayi Prematur

Kafein, Tingkatkan Kemampuan Bernapas & Fungsi Paru Bayi Prematur

Health | Minggu, 16 Juli 2017 | 10:41 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB